Setidaknya sudah 2 tahun surau di kawasan Pasar Minggu atau Pusat Niaga Bersujud di kawasan Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu ini tak lagi memiliki tempat buang air atau WC sendiri.
Apa hal, tempat buang air yang dulu sempat dibangun oleh pihak pengelola surau dengan mengumpulkan sumbangan dari para warga, sudah lama tak ada lagi, dibongkar oleh pihak Pengelola Pasar, dan diganti dengan bangunan baru yang tak jauh dari lokasi asal tempat buang air yang dibangun pihak pengelola surau.
Tadinya pihak pengelola surau Pasar Minggu mengira WC mereka dibongkar digantikan oleh pihak pengelola pasar, namun yang terjadi adalah WC yang dibangun oleh pihak pengelola pasar bukan sebagai ganti WC yang dibongkar. Padahal untuk membangun WC yang dibongkar yang juga berkonstruksi beton itu diperlukan biaya jutaan yang berasal dari sumbangan warga.
WC yang dibangun oleh pengelola surau tadinya diperuntukkan umum dan siapa saja tanpa dipungut biaya apapun, sedangkan yang dibangun oleh pihak pengelola pasar yang sekaligus pengelolanya; berbayar.
Lalu mana WC pengganti yang dibangun oleh pengelola surau yang telah dibongkar oleh pihak pengelola pasar ? Inilah yang menjadi pertanyaan warga sekitar surau itu yang mengetahui persis kalau surau itu dulunya punya WC yang dibangun atas bantuan para warga. (Red)
Lalu mana WC pengganti yang dibangun oleh pengelola surau yang telah dibongkar oleh pihak pengelola pasar ? Inilah yang menjadi pertanyaan warga sekitar surau itu yang mengetahui persis kalau surau itu dulunya punya WC yang dibangun atas bantuan para warga. (Red)
Tags:
Sosial
