Dugaan Pencemaran sungai di Desa Mangka yang berasal dari pabrik kelapa sawit PT Alamraya Kencana Mas (PT. AKM) di Kecamatan Pamukan Barat membuat warga resah.
Hal ini disampaikan Kepala Adat Desa Mangka, Sutikno, yang ditemui kru media ini di rumahnya mengatakan akibat meluapnya penampungan limbah apalagi saat hujan yang kemudian mengalir lewat anak sungai hingga ke sungai Limbu dan sungai Mangka yang berada di hilir dari pabrik hingga warga terpaksa menggunakan air tersebut untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan minum karena tidak ada sungai lain.
Warga yang paling terdampak adalah yang berada di lintasan sungai Limbu.
Ibu Aam, warga Desa Mangka menjelaskan kepada kru media ini bila kran pipa pembuangan dial atas dibuka (kolam penampungan limbah di lokasi K 18 - 19) air sungai hitam tidak bisa digunakan padahal sungai itu satu-satunya yang dipergunakan warga, kadang-kadang timbul penyakit gatal-gatal, sakit perut bahkan ikan-ikan yang ada di sungai mati.
Senada dengan Ibu Aam, Ibu Sumi yang tinggal di pondok dekat sungai Limbu mengatakan dia dan anaknya pernah terserang gatal-gatal dan anaknya sakit perut setelah mandi dan mengkonsumsi air di sungai itu.
Mikail, seorang warga bahkan mengatakan pernah ada yang sampai batuk darah akibat mengkonsumsi air sungai itu.
Pihak Perusahaan PT. AKM yang dikonfirmasi terkait dugaan pencemaran itu melalui Humas Perusahaan, Samuel, yang berhasil ditemui awak media ini di ruang kerjanya mengatakan pada intinya pihak perusahaan membuang limbah cair dari pabrik kelapa sawit itu di lokasi kebun karena sudah memiliki ijin aplikasi limbah cair yang akan dimanfaatkan untuk pupuk. Menurut Samuel limbah ini secara kimiawi tidak terlalu berbahaya karena larut di air dan terurai di tanah, dan Samuel juga mengatakan untuk mengatasi kekhawatiran warga bisa mendatangkan tim untuk pengecekan terhadap air sungai ini. Ijin aplikasi limbah cair di kebun ini merupakan arahan dari DLH Kotabaru, bahkan untuk rekomendasi mengurus ijin ini juga dari DLH Kotabaru di lokasi kebun mana saja yang layak dibuat rorak (bendungan) untuk pembuangan limbah cair ini. (DBG)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.