Plasma Tiada, Sertifikat Tergadai, Bayar Utang Tiap Bulan

courtesy : bisnis.com
Ratusan warga di beberapa desa di Kecamatan Karang Bintang Tanah Bumbu, mengaku bukannya mendapatkan dana bantuan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan oleh BRI, malah mereka membayar utang ke BRI. 

Apa hal ?
KUR yang dikucurkan BRI yang sedianya diharapkan warga untuk penanaman kebun plasma sawit, tak kunjung mereka peroleh hingga kini, padahal sertifikat mereka telah diambil pihak Koperasi Sinar Kencana yang menangani masalah tersebut untuk jadi jaminan ke bank. 

"Bukannya dapat apa-apa dari KUR untuk plasma sawit, saya malah dapat utang yang setiap bulannya sebesar Rp 468 ribu harus saya bayar ke BRI," ungkap Gun, seorang warga Desa Manunggal Kecamatan Karang Bintang. 

Lebih lanjut dikatakannya, awalnya ia tertarik program KUR itu atas ajakan Kepala Desa Batulicin Irigasi, Supriyadi yang datang mengajaknya. Maka ia pun tertarik dan menyerahkan sertifikat lahan transmigrasi miliknya seluas 2 hektar

"Utang ke BRI yang sudah saya bayarkan masih sisa 11 bulan," ujar Gun pula. 

Malang nian nasib warga yang terkena masalah tersebut karena setidaknya sudah 2 tahun mereka harus membayar utang mereka ke BRI tanpa dapat apa-apa sementara sertifikat lahan jadi jaminan. Dan lebih mengenaskan mereka pun sudah tak tahu keberadaan koperasi yang meangani masalah tersebut. Padahal menurut informasi yang dihimpun media ini dan KUR sudah dikucurkan pihak BRI Tanah Bumbu

Kepala Desa Batulicin Irigasi, Supriyadi melalui ponsel membantah adanya warga yang membeberkan perihal tersebut, dan menyayangkan pernyataan narasumber yang bisa menimbukkan kesalahpahaman warga. 

"Tidak ada warga yang membayar untuk program KUR itu, pasti yang dimaksud bukan terkait KUR," ujar Supriyadi. (Red)
Lebih baru Lebih lama