[INFOKUS] Biarkan Kami 'Touring' Meski Kas Daerah Nyaris Kosong

Pantaskah

Hanya mereka yang memang pantas yang dapat menjawabnya secara pantas pula sesuai kaidah umum yang disetujui orang banyak. 

Touring saat kas daerah memerlukan isinya untuk menyelesaikan permasalahan keuangan apakah masih pantas

Baiklah kita memulainya membahas masalah ini berdasarkan opini publik dam opini mereka yang berkepentingan dan ada keterkaitan

Bekerja sambil menjalankan hobi memang menyenangkan, menyerap aspirasi dari masyarakat sembari touring juga menyenangkanseperti kata pepatah satu kali mendayung dua tiga pulau terlampaui, demikian pendapat khalayak menyikapi touring yang dipimpin oleh Bupati Kotabaru saat kas daerah perlu diisi untuk menyelesaikan kewajibannya kepada yang berhak mendapatkan haknya.
Isu kas daerah yang nyaris kosong tidak menurunkan semangat bagi tim untuk terus melaksanakan touring.

Sulit bagi masyarakat memahami asas kemanfaatan dan efektivitas touring serta korelasinya terhadap pembangunan daerah Kabupaten Kotabaru, justru sebaliknya, beberapa pihak mencoba menyoal tentang kegiatan touring yang banyak menyerap dana, tenaga dan waktu.

Beberapa pertanyaan sederhana muncul di masyarakat seperti, darimana semua biaya makan, minum, transportasi, akomodasi yang dikeluarkan untuk kegiatan touring ? Berapa banyak personil yang dilibatkan dalam setiap kegiatan touring ? berapa lama waktu untuk pelaksanaan touring ?apakah kegiatan touring masuk dalam agenda kerja Kepala Daerah dan SKPD ? dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang tentunya memerlukan jawaban yang rasional dan diterima oleh masyarakat

Tak hanya sampai disitu, beberapa bulan lalu, tepatnya hari Senin (24/9/18), puluhan mahasiswa juga mempertanyakan terkait pendanaan touring yang dipimpin Bupati Kotabaru ini

Seorang warga Desa Semayap, Madi, berujar jika tujuannya menyerap aspirasi dengan cara berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat, mengecek kondisi pembangunan atau melihat kondisi pelayanan publik tidak perlu membawa begitu banyak orang, disamping tidak efektif pastinya juga tidak efisien.

Informasi yang diterima Kru Media ini, dari sumber yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, mungkin saja ada SKPD yang mengikut sertakan personilnya dalam tim touring ini dibiayai dari SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) di Dinas dimana dia bekerja, karena memang kegiatan touring tidak ada anggarannya.

Seperti sepenggal lagu Ebiet G. Ade, "coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang", demikian sebagian warga Bumi Saijaan bertanya, di penghujung tahun 2018 ini, di saat kas daerah nyaris kosong, di saat sebagian besar kontraktor tidak bisa menerima hak merekaBupati  dengan timnya tetap melaksanakan touring."

Apa saja sudah manfaat dari kegiatan touring ini yang kini dirasakan warga Kabupaten Kotabaru ? Ayo masing-masing kita mulai mengingat-ingatnya agar memperoleh jawabannya. (RNS).

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara