[INFOKUS] Caleg Asal Comot, 5 Menit yang Menentukan 5 Tahun

Fenomena bermunculannya figur-figur pendatang baru dalam perhelatan politik 2019 membuat kita harus berpikir cerdas dan cermat untuk menetukan pilihan di bilik suara pada tanggal 17 April 2019 nanti.

Wajah-wajah baru banyak memenuhi calon legislatif semua partai politik yang akan berlaga di Pemilihan Legislatif nanti. Dari sekian banyak wajah baru bahkan sangat baru sekali hingga masyarakat pun belum mengetahui sosok-sosok Caleg tersebut.

Dari berbagai sumber yang didapat di lapangan, banyaknya para Caleg baru ini terkadang membuat sebagian masyarakat masih mempertanyakan kemampuan berpolitik mereka. Bahkan ada beberapa Caleg ikut mendaftar hanya karena diajak ikut serta tanpa memahami apa dan bagaimana politik itu sendiri. Dan tidak sedikit juga yang masih buta akan dunia politik yang kadang-kadang berubah.

Apalagi keikutsertaan kaum hawa dalam helat politik 2019 yang setiap partai politik wajib memenuhi kuota 30 persen membuat beberapa partai politik peserta kesulitan mencari kader-kader yang berkualitas, sehingga terjadi asal comot, asal bisa memenuhi kuota perempuan.

Ironis memang di era menuju modernisasi perpolitikan kita masih saja melakukan rekruitmen Calon Legislator tanpa melihat kemampuan. Memang semua itu tidak ada salahnya, namun harapan kita agar hasil Pemilu 2019 yang lebih berkualitas masih jauh dari harapan.

Kita sadari kaderisasi dan pendidikan politik di partai politik kita khususnya di daerah belum berjalan dengan baik. Kita hanya memilih berdasarkan keterikatan pertalian darah dan kedekatan sosial serta emosional.

Kita membutuhkan Legislator berkualitas yang memiliki prestasi nyata, bukan politisi karbitan yang nantinya hanya bisa berteriak setuju di balik bangku empuk. 

Kita juga tidak mau Pileg 2019 hanya menjadi ajang adu gengsi dan ambisi. Karena mereka yang akan kita pilih sebagai wakil-wakil kita di parlemen untuk menyuarakan aspirasi dari rakyat, bukan hanya menerima aspirasi apalagi menumpuk aspirasi tanpa solusi, juga bukan dipilih untuk kepentingan pribadi, golongan apalagi hanya untuk mengisi kantong pribadi.

Sekarang pilihan berada di tangan rakyat, 5 menit yang akan sangat menentukan 5 tahun ke depan kemajuan daerah tercinta. 

Jadilah pemilih cerdas bukan pemilih karena sembako, beras dan beberapa lembar rupiah. Pilihlah anggota legislatif yang berkualitas yang akan membawa daerah ini menuju kemajuan di semua sektor. (dbg)

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama