![]() |
| courtesy : diskominfo Tanah Bumbu |
Bank Indonesia (BI) berkerjasama dengan Pemkab Tanah Bumbu melaksanakan Pelatihan Program Pengembangan Padi Organik yang diterpakan ke para Petani di Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana. Program tersebut pun terintegrasi dengan peternakan.
“Padi organik hemat biaya karena bahan baku pembuatan pupuk organiknya mudah ditemukan. Seperti gedebong pisang, jerami, urin dan kotoran sapi. Selain bertani, saya juga beternak sapi. Saat ini ada 4 ekor sapi yang akan dikelola dengan baik, sehingga kotorannya termanfaatkan dengan maksimal untuk dijadikan pupuk organik yang digunakan untuk keperluan sendiri," ungkap Subani, petani sekaligus peternak sapi, yang jadi peserta pelatihan.
Sementara itu H. Poniran, Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya, mengatakan para petani sangat antusias sekali menerapkan dan mengaplikasikan ilmu yang didapat dari pelatihan ini. Apalagi mendengar pemaparan Narasumber yang melalui program padi secara organik ini mampu meningkatkan produksi dari 4 ton menjadi 8 ton per hektar. Menurut H. Poniran, para petani rencananya akan memulai tanam pertama di bulan Desember 2018.
Konsultan KUMKM KPw Bank Indonesia Kalsel, Untung Torang, mengatakan pengembangan padi secara organik dan terintegrasi tidak akan berhasil kalau tidak sama-sama dikerjakan. Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah akan selalu melakukan monitoring dan mendampingi kegiatan ini, baik saat penanaman maupun panen.
Kabag Ekonomi Setdakab Tanah Bumbu, Didi Ali Hamidi, saat menutup pelatihan pengenalan padi secara organik dan terintegrasi mengatakan program pertanian kerjasama Pemkab dan BI ini merupakan generasi ketiga; pertama dilaksanakan di Desa Saring Kec Kusan Hilir untuk Padi Inpari. Kedua dilaksanakan di Desa Karang Mulya Kecamatan Kusan Hulu untuk padi organik, dan Ketiga dilaksanakan di Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana utamanya untuk padi organik terintegrasi.
Kerjasama generasi ketiga ini akan dikerjakan secara bersama-sama oleh SKPD Pemkab Tanbu dalam hal ini Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan Dinas Nakertranskop dan Usaha Mikro. Pemkab Tanah Bumbu sebut Didi Ali Hamidi, berharap Bank Indonesia terus membantu program pembangunan pertanian organik di Tanah Bumbu. (MCTB)
Tags
Advertorial

