Wartawan : "informasinya ijazah yang bapak gunakan palsu?"
Bupati A: "memangnya kenapa, kalau iya?"
Wartawan : "kok bisa ya, bapak tidak diperkarakan?"
Bupati A : "ya beginilah, saya masih jadi bupati."
Wartawan yang menanyai malah menjadi bingung sendiri mau tanya bagaimana, sang Bupati A sangat percaya diri.
Bupati A : "mendapatkan ijazah palsu itu biayanya mahal lho daripada biaya kamu sekolah. Dan prosesnya juga sulit mesti cari orang yang mau dan bersedia memalsukan ijazah, belum risikonya jika ketahuan."
Wartawan : "bapak kok tahu begitu ya mau saja (?)"
Bupati A : "ya namanya juga usaha, tak seperti kamu punya waktu sekolah turun tiap hari, waktu saya kan untuk cari duit jadi tak sempat sekolah."
Wartawan (sambil mikir), benar juga nih Bupati, jawabannya ada aja.
Bupati A : "supaya kamu tahu, saya jadi bupati ini pakai ijazah SMA yang dianggap banyak orang palsu. Dan perlu kamu catat, saya pakai ijazah yang dianggap palsu sudah bersyukur bisa jadi bupati, kalau ijazah saya asli saya malah tak pantas jadi bupati tapi jadi gubernur."
Wartawan (bingung) @$#",="*+...
Seseorang di jaman ini bagaimanapun pintar dan cakapnya dia, jika ingin jadi seorang pejabat publik, harus memiliki ijazah. Secarik kertas ini sangat formal daripada segepok uang meski jenis dollar sekalipun.
Untuk itu bukan rahasia lagi jika tak sedikit orang yang mengambil jalan pintas untuk memperoleh ijazah meski tak pernah terlihat sekolah namun diam-diam menyimpan ijazah berbagai jenis sekolah.
Yang penting ada duit, dan mau bayar, ijazah bisa didapat dari tingkat SD hingga perguruan tinggi sekalipun. Apalagi dengan adanya jalur paket-paketan belajar dari paket A, B dan C.
Untuk itu bukan rahasia lagi jika tak sedikit orang yang mengambil jalan pintas untuk memperoleh ijazah meski tak pernah terlihat sekolah namun diam-diam menyimpan ijazah berbagai jenis sekolah.
Yang penting ada duit, dan mau bayar, ijazah bisa didapat dari tingkat SD hingga perguruan tinggi sekalipun. Apalagi dengan adanya jalur paket-paketan belajar dari paket A, B dan C.
Tags:
Editorial

