Evaluasi Pengembangan Ternak di Tanah Bumbu - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Website Ini Telah Dilihat 96,9 Juta Kali

    Kamis, 20 Oktober 2016

    Evaluasi Pengembangan Ternak di Tanah Bumbu

    Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) Tanah Bumbu melalui bidang Produksi dan Pengembangan Peternakan melakukan evaluasi kegiatan pada kelompok ternak.

    Kegiatan yang juga didukung oleh BP3K Batulicin dan BP3K Kuranji ini dilakukan pada kelompok ternak di Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Batulicin dan Kecamatan Kuranji. 

    “Sebenarnya pemeliharaan secara kandang kelompok sangat menguntungkan, karena limbah ternak baik cair maupun padat dapat terkumpul yang kemudian dapat diolah menjadi pupuk organik atau kompos,” ujar Agus Susanto, Kabid Bangnak pada Distanpanak Tanah Bumbu.

    Dari hasil evaluasi juga ditemukan pemberian pakan berkualitas dan pertambahan bobot badan belum menjadi prioritas utama peternak dalam fokus pemeliharaan. Pakan yang diberikan 90% berupa rumput lapang, hanya sebagian kecil yang sengaja menanam rumput unggul seperti rumput gajah dan rumput raja sebagai pakan ternak. 

    Maryam Khusnul Kh, S. Pt selaku pengawas mutu pakan menjelaskan, secara umum kuantitas rumput lapang di wilayah Kabupaten Tanah Bumpu memang masih melimpah. Tetapi untuk memacu pertambahan bobot badan diperlukan pakan tambahan berupa konsentrat seperti dedak, ampas tahu, bungkil kelapa sawit, atau leguminosa. 

    “Sementara ini hanya segelintir peternak yang mengetahui pentingnya pakan berkualitas. Sedangkan pemberian konsentrat dirasa mahal dan akan menambah biaya pakan tanpa mempertimbangkan hasil pertambahan bobot badan harian ternak. Dengan pemberian konsentrat pertambahan bobot badan harian dapat mencapai 0,7 – 1 kg sedangkan tanpa konsentrat pertambahan bobot badan ternak kurang dari 0,5 kg per hari. Tentunya hal ini membuat masa pemeliharaan lebih lama,” jelas Maryam. (Rel)


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda