[Editorial] Kita Tak Akan Bangkrut, Lupakan Era Kejayaan Tambang - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Website Ini Telah Dilihat 96,9 Juta Kali

    Minggu, 17 Juli 2016

    [Editorial] Kita Tak Akan Bangkrut, Lupakan Era Kejayaan Tambang

    Oleh : Imi Surya Putra
    Pimpinan Redaksi Jurnalisia



    Tanah Bumbu akan bangkrut, Pemkab akan gulung tikar.

    Itulah inti dari perbincangan Saya dengan seorang warga Tanah Bumbu suatu ketika. Ia banyak mengungkap rasa kekuatiran warga lainnya yang membuka berbagai usaha di Tanah Bumbu, khususnya di kawasan 2 Kecamatan yang menjadi pusat perekonomian Kabupaten Tanah Bumbu; Batulicin dan Simpang Empat.

    Saya pikir tema yang sedang kami bicarakan sangatlah mengandung pesimisme yang signifikan (meminjam istilah Mantan Presiden SBY), dan terlalu berlebihan.
    Mitra pembicaraan Saya membeberkan perihal lesunya perputaran ekonomi, banyaknya perusahaan yang merumahkan para karyawannya bahkan melakukan PHK, meningkatnya pengangguran, sulitnya mencari lapangan kerja, hingga dampak kriminalitas sebagai pengiring semua itu.

    Kita memang selalu ingin dimudahkan dengan yang serba serta merta (instan) tak terkecuali dengan kenyamanan hidup dan berusaha. Kekayaan sumber daya alam Pulau Kalimantan sejak dulu sangat memanjakan penduduknya dalam berusaha untuk perbaikan hidup tanpa memikirkan kelestarian sumber daya alam itu sendiri.

    Era kenyamanan berusaha di bidang kehutanan telah berakhir seiring sudah sangat menipisnya hasil hutan; kayu, rotan, damar, dan lainnya. Dilanjutkan kemudian dengan era di bidang pertambangan; batubara dan bijih besi, serta intan dan emas (ini kebanyakan ditambang secara liar).
    Era kejayaan dan kemakmuran di bidang pertambangan batubara sempat membuai dan melenakan semua orang tanpa memikirkan suatu saat bahan mineral tambang itu semakin menipis dan habis.

    Kegiatan pertambambangan batubara sempat jadi primadona dan mendongkrak perekonomian warga baik secara langsung ataupun tidak, dan telah menciptakan banyak Orang Kaya Baru (OKB). Kemunduran di bidang pertambangan batubara ini oleh berbagai hal termasuk regulasi Pemerintah yang semakin ketat, deposit yang juga semakin menipis, hingga anjloknya harga; mau tidak mau, suka atau tidak suka adalah konsekuensi yang harus dihadapi oleh tiap orang secara massal tanpa harus menjadi pelaku usaha.

    Nah, kemunduran di bidang pertambangan batubara inilah yang dijadikan semacam kambing hitam menurunnya perputaran ekonomi kini, tudingan pun ke satu muara; kebangkrutan !

    Hidup ini tak sesederhana yang dipikirkan para orang awam. Para ahli baik yang berkerja di Pemerintahan maupun diluar yang berkerja di sektor swasta terus mencari terobosan baru dan terbarukan untuk menggantikan sumber-sumber penggerak perkonomian sebagai pengganti yang telah hilang. Prediksi apalagi sampai tudingan yang mengarah pada kebangkrutan Pemkab tentu tak berdasar secara ilmiah diantara sekian banyak sumber daya alam lainnya, dan tentu saja pula menyangkut sumber daya manusianya.

    Tanah Bumbu tak sekedar kekayaan hutan dan deposit tambang. Tanah Bumbu dengan tak mengenyampingkan sumber daya manusianya, masih memiliki sumber daya alam lainnya yang masih belum diupayakan secara optimal dan maksimal. Tanah Bumbu masih memiliki sumber daya alam perikanan, perkebunan dan pertanian, peternakan, hingga objek wisata. Pertanyaannya adalah; apakah kita sudah mulai melirik kesana ? Sudah siapkah kita beralih ke sumber-sumber tersebut ? Dan pertanyaan kasarnya; apakah kita mau berkerja di bidang-bidang tersebut ?

    Semua kembali kepada kita. Lupakan kejayaan di era Kehutanan dan Pertambangan. Kita tatap sumber daya alam di depan kita yang bisa diusahakan. (ISP) 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda