Zenith, Jinet, Hingga Istilah Sebutan Jepa - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Website Ini Telah Dilihat 96,9 Juta Kali

    Senin, 20 Juni 2016

    Zenith, Jinet, Hingga Istilah Sebutan Jepa

    Zenith.
    Lebih sederhana disebut Jinet, ada pula yang menyebutnya Jepa (Makanan khas Suku Mandar yang terbuat dari bahan Ubi Kayu) sebagai istilah agar tak kentara.

    Entah berapa banyak yang mengkonsumsi obat jenis Karnopen yang sebenarnya obat untuk tulang ini di Kotabaru. Zenith, ini senarnya merupakan merk dari produk obat jenis Karnopen, namun lebih dikenal merk-nya.

    Zenith dalam beberapa tahun terakhir ini sangat terkenal karena dikonsumsi banyak orang untuk keperluan yang sangat jauh berbeda dari peruntukkannya. Zenith dikonsumsi lebih kepada obat untuk doping ataupun untuk keperluan sebagai obat penenang menghindari stres, atau untuk memperoleh efek 'trance' seperti halnya Narkotika jenis Ecstacy.

    Di Kotabaru untuk memperoleh obat Zenith ini tidaklah terlampau sulit. Harga per keping (10 biji) sebesar Rp 50 ribu, ada pula yang lebih murah. Banyak para penjual yang bersifat kurir yang jika dipesan akan siap mengantarkan obat dimaksud. Apalagi 'Bandar' besarnya hingga kini tetap eksis di kawasan Higa Gunung Kelurahan Kotabaru Hilir.

    "Bosnya sekarang sudah enak banyak punya anak buah. Jadi anak buahnya saja yang mengurusi penjualan 'Jepa' ini," ungkap beberapa orang pengkonsumsi Zenith di kawasan Pasar Kemakmuran Kotabaru.

    Sudah tak terhitung berapa banyak orang yang bernasib sial ditangkap karena berurusan dengan Zenith ini. Tapi tak sedikit pula yang berhasil bisa menghasilkan duit dengan cara enak dari berusaha menjual, termasuk si 'Bandar' besar di Higa Gunung yang hingga kini masih tetap eksis. Ibarat menunggu giliran dapat arisan, cepat atau lambat pasti akan dapat giliran. 

    "Tidak takut ketahuan Polisi jika kedapatan memakai obat Zenith ini," tanya Kru Media ini ke seorang pengguna.

    "Jelas takut lah. Tapi mau bagaimana lagi jika yang menjual masih ada. Bandar besarnya saja santai, semua orang di Kotabaru pun tahu siapa Bandarnya, tak juga ditangkap kecuali yang jualan kecil-kecil," jawab pengguna itu. (ISP)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda