KOTABARU,
Pengerjaan jalan yang rusak di wilayah Kecamatan Pulau Laut Barat, tampaknya dilakukan secara asal-asalan oleh Kontraktor Pelaksananya.
Hal itu diungkapkan oleh beberapa setempat terkait pekerjaan PT. Yani Trading Contractor selaku Pelaksana pekerjaan.
"Mereka hanya bekerja beberapa hari dengan mengerahkan alat grader dan steam walls, itupun tampaknya alat milik Dinas Bina Marga," ungkap seorang warga bernama, Yusuf.
Pekerjaan perbaikan jalan di wilayah tersebut diketahui akan menelan dana sebesar Rp 27 milyar lebih dengan waktu pengerjaan selama 180 hari kalender, dimulai dari 11 Mei 2015 hingga 6 Nopember 2015, dan waktu pemeliharaan selama 180 hari pula.
"Kontraktor cuma melakukan pembersihan terhadap tepi-tepi jalan," ujar seorang warga lainnya.
Beberapa pihak Kontraktor yang biasa ikut lelang tender proyek di wilayah Kotabaru mengungkapkan, adanya semacam 'permainan' terkait pemenang proyek perbaikan jalan tersebut.
"Kami menawar harga justru dibawah penawaran yang dilakukan oleh PT. Yani Trading Contractor, tapi kami dikalahkan," ungkap seorang Kontraktor yang mengaku ikut lelang tender.
"Kenapa bisa begitu, perusahaan Anda justru dikalahkan ?" selidik Kru Media ini.
"Itu dikarenakan kami tak mau memberi fee yang diminta oleh oknum yang berkompeten dengan proyek tersebut," Kontraktor itu mengakui. (JCO)
Pengerjaan jalan yang rusak di wilayah Kecamatan Pulau Laut Barat, tampaknya dilakukan secara asal-asalan oleh Kontraktor Pelaksananya.
Hal itu diungkapkan oleh beberapa setempat terkait pekerjaan PT. Yani Trading Contractor selaku Pelaksana pekerjaan.
"Mereka hanya bekerja beberapa hari dengan mengerahkan alat grader dan steam walls, itupun tampaknya alat milik Dinas Bina Marga," ungkap seorang warga bernama, Yusuf.
Pekerjaan perbaikan jalan di wilayah tersebut diketahui akan menelan dana sebesar Rp 27 milyar lebih dengan waktu pengerjaan selama 180 hari kalender, dimulai dari 11 Mei 2015 hingga 6 Nopember 2015, dan waktu pemeliharaan selama 180 hari pula.
"Kontraktor cuma melakukan pembersihan terhadap tepi-tepi jalan," ujar seorang warga lainnya.
Beberapa pihak Kontraktor yang biasa ikut lelang tender proyek di wilayah Kotabaru mengungkapkan, adanya semacam 'permainan' terkait pemenang proyek perbaikan jalan tersebut.
"Kami menawar harga justru dibawah penawaran yang dilakukan oleh PT. Yani Trading Contractor, tapi kami dikalahkan," ungkap seorang Kontraktor yang mengaku ikut lelang tender.
"Kenapa bisa begitu, perusahaan Anda justru dikalahkan ?" selidik Kru Media ini.
"Itu dikarenakan kami tak mau memberi fee yang diminta oleh oknum yang berkompeten dengan proyek tersebut," Kontraktor itu mengakui. (JCO)
Tags:
Pembangunan
