Bunganya mirip bunga pohon Sakura, sehingga ada yang menyebutnya sebagai pohon Sakura KW Super. Bila sedang tak berbunga, pohon ini mirip pohon Zaitun, sehingga tak jarang disebut pohon Zaitun KW.
Pohon Tabebuya, itulah nama pohon itu yang aslinya berasal dari Brazil, nama Latin-nya Handroanthus chrysotrichus Tabebuia, Dibawa ke Indonesia jadi pohon peneduh kota.
Ada 4 warna utama bunga pohon Tabebuya yakni; Kuning paling umum, paling kuat berwarna Pink, Putih, dan Ungu/Magenta yang warnanya paling mirip bunga pohon Sakura.
Meski bunganya cantik, bunga pohon Tabebuya cuma dapat bertahan 2 hingga 3 hari, kemudian rontok ke tanah bikin karpet bunga. Kayunya sangat keras, di Brazil dipakai untuk membuat dek kapal, lantai, mebel, sebutannya di Brazil adalah "Ironwood" atau kayu besi.
Bunganya mekar bersifat musiman, paling lebat pas musim kemarau; di musim penghujan antara Juli hingga Oktober. Daunnya rontok dulu, kemudian bunga mekar penuh; jadi kelihatan pohonnya penuh bunga saja.
Kulit batang pohon Tabebuya; di Amerika Selatan dipakai sebagai jamu tradisional untuk anti radang dan infeksi. Daunnya rimbun saat tak berbunga, jadi peneduh yang bagus; bisa menyerap polusi juga.