Sering disebut sebagai produk yang "datang terlalu cepat". Karena masyarakat Indonesia di era awal 2000-an belum sepenuhnya siap berpindah dari sepeda motor bebek yang menggunakan transmisi.
Selain itu orang-orang Indonesia belum sepenuhnya siap berpindah dari sepeda motor bebek dan belum terbentuknya kepercayaan penuh pada merek Asia non-Jepang. Inilah yang membuat kehadiran sepeda motor matik 4-Tak merek Kymco asal Taiwan; sulit diterima pasar.
Meskipun secara historis sepeda motor matik pertama di Indonesia dibuka oleh Vespa Corsa 125 (2-Tak) pada tahun 1991, Kymco-lah yang pertama kali memperkenalkan standar skutik modern yang kita kenal sekarang lewat lini legendarisnya, Kymco Jetmatic Trend 125, pada tahun 2000.
Kymco Jetmatic Trend 125 membawa cetak biru (fitur) yang sekarang menjadi standar wajib seluruh motor matik di Indonesia, seperti mesin matik 4-Tak dengan transmisi CVT, dek kaki rata yang luas, tangki bensin di bawah, serta bagasi super luas di bawah jok. Saat itu, konsep ini sangat revolusioner karena masyarakat Indonesia hanya familiar dengan sepeda motor bebek.
Untuk mematahkan stigma masyarakat kala itu yang menganggap sepeda motor matik itu ringkih, tidak kuat menanjak, dan cepat panas, Kymco melakukan aksi ekstrem pada April 2000. Mereka menggeber Kymco Jetmatic nonstop selama 100 jam dari Jakarta ke Bali tanpa mematikan mesin. Aksi ini sukses memecahkan rekor MURI dan membuktikan ketangguhan mesin matik mereka.
Ketika didirikan pada 1963 di Kaohsiung, Taiwan, Kymco tidak langsung membuat sepeda motor utuh. Tugas pertama mereka adalah menjadi mitra manufaktur lokal yang memproduksi komponen dan suku cadang untuk sepeda motor Honda. Nama Kymco sendiri adalah singkatan dari Kwang Yang Motor Co. Ltd.
Tags
Otomotif
