Ke 4 tokoh pemuda ini merupakan motor penggerak utama di balik Peristiwa Rengasdengklok. Meskipun mereka bergerak dalam satu tujuan—yaitu mendesak proklamasi kemerdekaan tanpa campur tangan Jepang.
Pada 16 Agustus 1945 sekira jam 03:00 WIB, Soekarni bersama Jusuf Kunto dan Cudanco Singgih mendatangi rumah Bung Karno dan Bung Hatta untuk membawa mereka keluar Jakarta. Secara tidak langsung tindakan nekat para pemuda inilah yang menjadi pemicu utama mengapa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akhirnya diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 tanpa campur tangan pihak Jepang.
Pasca kemerdekaan kemudian membawa Soekarni menduduki sejumlah jabatan antara lain; Ketua Umum I Partai Murba (1948), Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) sebagai Pada awal kemerdekaan, ia ditunjuk menjadi salah satu anggota badan pekerja parlemen sementara Indonesia (cikal bakal DPR), Anggota Dewan Konstituante (Hasil Pemilu 1955), Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Mongolia (1960–1964), dan Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada tahun 1967.
Sementara itu Wikana pernah menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pemuda (1945–1948), Ketua Angkatan Pemuda Indonesia (API), Gubernur Militer Wilayah Surakarta (Solo), Anggota Dewan Konstituante (1956–1959), serta Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan MPRS (1963–1965).
Sedangkan Dipa Nusantara Aidit (D.N Aidit) pernah menjabat Ketua Central Committee (CC) / Sekretaris Jenderal PKI (1951–1965), Ketua Faksi PKI di Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 1947, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (1956–1959), dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) Berkedudukan sebagai Menteri (1960–1965).
Adapun Chaerul Saleh pernah menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) Pertama (1960–1966), Wakil Perdana Menteri (Waperdam) III (1963–1966), Menteri Negara Urusan Veteran (1957–1959), Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan (1959–1964), Menteri Koordinator (Menko) Kompartimen Pembangunan (1963–1966), Tokoh Penting Partai Murba: Bersama Soekarni dan Tan Malaka, dan Pangkat Militer Jenderal TNI Kehormatan Bintang 4 atas jasa-jasanya yang besar dalam perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan pasca-1945.
1.215 Pengunjung
Tags
Figur
