Rakyat pasti taat asalkan pajak tak dikorupsi,
Permudah rakyat, bukan membuat aturan yang mempersulit,
Jika dapat dipermudah kenapa dipersulit?
Investasi yang harus menguntungkan, bukan malah merugi,
Pajak itu investasi lintas generasi,
Bukan jadi objek untuk dipereteli.
Pajak itu sejatinya adalah investasi, bukan upeti kuno yang dipaksa tunduk kepada raja. Sebagai sebuah investasi, ia harusnya berbuah keuntungan bagi yang menanamnya—bukan justru mendatangkan rugi dan lara. Ini adalah modal besar untuk masa depan lintas generasi, warisan untuk anak cucu kita kelak, dan bukan objek rampasan yang bebas dipereteli oleh tangan-tangan serakah di atas sana.
Pungut pajak tak perlu bergaya milisi,
Apalagi bergaya militerisasi,
Sadarkan rakyat secara pribadi,
Bayar pajak secara mandiri.
Oleh karena itu, hentikan gaya memungut yang mirip milisi atau pendekatan militerisasi yang intimidatif. Sadarkanlah dada setiap rakyat secara manusiawi, agar dengan bangga dan mandiri mereka melangkah sendiri untuk menunaikan baktinya pada negeri.
Negeri ini sudah merdeka,
Bukan lagi jaman Kompeni,
Rakyat jadi penguasa negeri,
Pemerintah cuma mewakili,
Jangan dibalik, Pemerintah berkuasa tapi rakyat jadi hamba.
Satu hal yang harus selalu diingat oleh mereka yang duduk di kursi empuk kekuasaan: negeri ini sudah lama merdeka. Kita bukan lagi hidup di bawah kaki kuku penjajah Kompeni. Di tanah ini, rakyat adalah pemilik sah kedaulatan, sedangkan pemerintah hanyalah wakil yang dititipkan mandat. Jangan pernah memutarbalikkan takdir sejarah; jangan biarkan pemerintah bertindak seolah penguasa mutlak, sementara rakyatnya sendiri dipaksa menjadi hamba di rumah mereka sendiri. ISP
Tags
Prosa
