Pertamina menempati urutan pertama diantara BUMN dengan laba tertinggi tahun 2026 menurut sumber dari Danantara, yakni dengan laba sebesar Rp 24,972 trilyun, disusul di urutan ke 2 Bank Mandiri sebesar Rp 21,344 trilyun.
Di urutan ke 3 adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp 21,266 trilyun, di urutan ke 4 adalah MIND ID sebesar Rp 14,107 trilyun, urutan ke 5 ditempati Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp 7,295 trilyun.
Selanjutnya di urutan ke 6 ditempati Pupuk Indonesia dengan laba sebesar Rp 4,826 trilyun, di urutan ke 7 yakni Pegadaian sebesar Rp 4,381 trilyun, di urutan ke 8 ditempati Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp 2,805 trilyun, di urutan 9 adalah PT Pelindo sebesar Rp 1,482 trilyun, dan di urutan ke 10 ditempati Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp 1,453 trilyun.
Namun, ironisnya adalah dari ke 10 BUMN itu total akumulasi labanya yang sebesar Rp 103,931 trilyun justru kalah dari pajak rokok atau Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang di tahun 2026 mencapai Rp 243,53 trilyun.
629 Pengunjung
Tags
Ekonomi
