Malam itu pasti gelap jika rembulan tak tampak, namun akan terang walau sepotong lilin menyala.
Hidup ini nyata,
Nafas kita masih keluar masuk tanda kita masih berada di dunia,
Kita benar-benar hidup dengan atribut dunia; lapar dahaga, senang benci, akal nafsu, semuanya.
Kita cuma bisa mimpi,
Membayangkan sorga yang serba nikmat,
Pun neraka yang menyala-nyala,
Itu janji Sang Ilahi yang selalu kita dengar,
Janji dan ancaman di ujung kematian.
Janji itu enak didengar tapi tak nyaman pada perut yang lapar, kemiskinan dan kemelaratan,
Ancaman itu pun menjadi seperti angin di kuping mereka yang berlimpah kemegahan dan kemewahan dunia. ©ISP™
đź‘€ 10002
Tags:
Prosa
