| foto : ilustrasi Gemini |
Jauh sebelum kitab suci agama Islam yakni Quran bicara tentang penciptaan manusia, menurut mitos Sumeria, Enki dan Ninhursag menciptakan manusia dari tanah liat yang diambil dari dasar sungai (Abzu) untuk menjadi pembantu para dewa, khususnya untuk mengerjakan tugas-tugas berat menggantikan para dewa yang lebih rendah (Igigi) yang memberontak.
Jika menurut Quran manusia pertama diciptakan diberi nama Adam, interpretasi manuskrip Sumeria menyebutkan manusia pertama yang diciptakan bernama AdMu.
Peradaban bangsa Sumeria di Mesopotamia Selatan (Irak modern) berkembang pesat sekitar 4000 SM hingga 2000 SM. Ini dianggap satu daintara peradaban tertua di dunia, dengan puncak pencapaian pada milenium ke 3 SM (periode dinasti) sebelum akhirnya runtuh sekitar tahun 2004 SM akibat serangan asing.
Peradaban Sumeria muncul di wilayah hilir sungai Tigris dan Efrat sekitar 4000 SM, mencapai puncak budaya pada masa Uruk (sekitar 3500-3000 SM). Sumeria terdiri dari negara kota independen seperti Uruk, Ur, Kish, dan Lagash yang memiliki pemerintahan dan dewa pelindung sendiri.
Bangsa Sumeria membuat tulisan cuneiform (baji) pada lempengan tanah liat sekitar 3000 SM. Mereka menggunakan roda, sistem irigasi canggih, dan bata untuk konstruksi zigurat. Mereka juga mengembangkan sistem hitung basis 60 (asal mula 60 detik/menit). Akhir Masa: Dengan jatuhnya Dinasti Ketiga Ur pada tahun 2004 SM, yang kemudian wilayahnya dikuasai oleh bangsa Amorit dan Babilonia.
Enki dan Ninhursag adalah dua dewa sentral dalam mitologi Sumeria kuno. Enki adalah dewa air tawar, kebijaksanaan, dan penciptaan, sementara Ninhursag adalah dewi bumi dan kesuburan, yang sering disebut sebagai "Ibu Para Dewa". Keduanya berperan penting dalam mitos penciptaan manusia. ©Jurnalisia™
đź‘€ 5174
Tags:
Mitologi
