Dewa Badai, Enlil Mengirim Banjir Besar, Cuma Kapal Utnapishtim Bersama Isinya Yang Selamat


Jurnalisia,
Enlil, Dewa Badai, memutuskan untuk mengirimkan banjir besar untuk menghancurkan umat manusia karena kebisingan mereka. Namun, Ea, Dewa Kebijaksanaan, memperingatkan Utnapishtim; tokoh yang mirip dengan Nuh; tentang banjir besar.

Itu dikisahkan dalah Epos Gilgamesh, satu karya sastra tertua yang dikenal, berasal dari Mesopotamia kuno (sekarang Irak) sekitar 2100 SM. 

Epos ini menceritakan tentang petualangan Gilgamesh, Raja Uruk dan sahabatnya Enkidu. Satu diantara episode terkenal dalam epos ini adalah kisah banjir besar, yang memiliki kesamaan dengan kisah banjir besar dalam Alkitab dan Alquran (Nuh) dan mitologi lainnya.


Utnapishtim membangun kapal besar untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya, dan berbagai hewan. Dewa Enlil mengirimkan banjir besar yang menghancurkan seluruh bumi, kecuali kapal Utnapishtim yang terapung di atas air.

Setelah banjir surut, Utnapishtim melepaskan seekor burung (kemungkinan seekor merpati) untuk mencari tanah kering. Burung itu kembali, lalu Utnapishtim melepaskan burung lain (seekor burung gagak) yang tidak kembali, menandakan bahwa tanah kering atau daratan telah ditemukan. 

Kisah banjir besar dalam Epos Gilgamesh memiliki kesamaan dengan kisah-kisah banjir besar lainnya di dunia, menunjukkan kemungkinan adanya peristiwa banjir besar yang menjadi inspirasi bagi berbagai mitologi dan agama. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 

Lebih baru Lebih lama