Religi | Gunakan Metode Hisab Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Awal Puasa - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Website Ini Telah Dilihat 96,9 Juta Kali

    Senin, 22 Januari 2024

    Religi | Gunakan Metode Hisab Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Awal Puasa

    Religi,
    Pelaksanaan ibadah puasa bagi Umat Islam masih beberapa minggu ke depan. Namun Ormas Keagamaan tertua di Indonesia, Muhammadiyah telah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada tanggal 11 Maret 2024 mendatang.

    Berbeda dari yang digunakan oleh Ormas NU dan Kementerian Agama RI untuk menentukan awal Ramadhan yakni metode hilal, Ormas Muhammadiyah menggunakan metode hisab.

    Doktor Ilmu Falak UIN Jakarta, Maskufa mengatakan bahwa kedudukan hisab dan kriteria awal bulan di Muhammadiyah merujuk pada Putusan Tarjih tahun 2003 adalah sah dan sesuai dengan tuntunan Nabi.
     
    “Bagi Muhammadiyah, rukyat yang ada dalam Hadits Nabi tersebut bukan hanya dipahami atau ditafsirkan sebagai rukyat bil fi’li (rukyat dengan mata, rukyat dengan teropong) saja, tetapi juga bisa dipahami sebagai rukyat bil ’ilmi (melihat dengan ilmu pengetahuan), yaitu menggunakan hisab,” jelas Maskufa. 

    “Dalam QS Yunus ayat 5 Allah menjelaskan kepada kita bahwa matahari dan bulan itu beredar dalam orbitnya dengan pasti, maka bisa dihitung itu. Contoh yang paling jelas adalah peristiwa gerhana. Peristiwa gerhana itu adalah contoh yang paling jelas tentang bisa dihitungnya secara pasti pergerakan benda langit itu: kapan terjadinya gerhana, jam berapa, dan seterusnya. Itu sangat detail bisa dihitung. Karena itu, maka peredaran benda langit itu dapat digunakan untuk pengorganisasian waktu dengan baik,” tambah Maskufa pula.

    Ia menambahkan, metode hisab tidak hanya digunakan oleh Muhammadiyahsaja, terdapat beberapa ulama dan pembaharu Islam yang menganjurkan agar metode hisab dipakai dalam penentuan awal bulan. Mereka itu antara lain Rasyid Ridha, Ahmad Muhammad Syakir, Muhammad Mushthafa al-Maraghi, Mushthafa Ahmad Zarqa’, dan Yusuf al-Qardhawi. ©Jurnalisia™

    Sumber : muhammadiyah.or.id

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda