Religi | Syeikh Assim Al Hakeem; Membaca Fatihah Adalah Bid'ah Kecuali Dalam Shalat dan Ruqyah - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Sumber Data Cuaca: https://cuacalab.id

    Senin, 31 Juli 2023

    Religi | Syeikh Assim Al Hakeem; Membaca Fatihah Adalah Bid'ah Kecuali Dalam Shalat dan Ruqyah

    Religi,
    Jangan terkejut dulu karena telah membaca judul di atas, tapi simak sampai habis tulisan ini. Syeikh Assim Al Hakeem yang akan menjelaskan untuk apa dan kapan Surah Al Fatihah dibaca.

    "Kenapa kalian tadi membaca Al Fatihah ?" tanya Syeikh Assim saat mengetahui para hadirin membaca Surah Al Fatihah bukan pada tempat dan waktu yang diperkenankan, saat ia berceramah di satu mesjid di Medan Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

    "Saya tak ingin kelak di hari kiamat Allah bertanya kepadaku; kenapa mereka berbuat bid'ah....tapi kamu tak memperingatkannya ? Pernahkan disebutkan dalam kitab hadits bahwa Nabi Muhammad SAW membaca Al Fatihah dalam keadaan seperti ini ? Iya apa tidak ? Tidak pernah ! Apakah kamu lebih pandai daripada beliau ?" Tentu tidak ! Aku juga tidak !" tegas Syeikh Assim yang berceramah dalam Bahasa Inggris.

    Dilanjutkannya, "jadi sudah seharusnya saya menjelaskan mengenai hal ini, sehingga nanti pada hari kiamat saya menjawab; saya sudah memberitahu mereka, sudah cukup, lalu saya pergi."

    Ditambahkannya, itu bukan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Menurut Syeikh Assim Al Hakeem; Surah Al Fatihah dibaca ketika shalat. Surah yang paling agung ini dibaca ketika melakukan ruqyah sesuai dengan hadits yang diriwauatkan oleh Bukhari dari Abu Said Al Khudri.

    Syeikh Assim Al Hakeem, lengkapnya Assim bin Luqman Al Hakeem, merupakan seorang Pendakwah dari Arab Saudi yang dalam berdakwah menggunakan Bahasa Inggris. Ia sendiri mengaku keturunan dari Indonesia karena kakeknya merupakan orang asli dari Medan. Syeikh Assim ini diketahui merupakan Imam Mesjid di Jeddah Arab Saudi. ©Jurnalisia™

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda