Peringatan Pemerintah terhadap bahaya merokok; agaknya tak membuat surut dan takut para perokok di Indonesia.
Pesan bergambar di kemasan atau bungkus rokok; tak membuat takut para perokok, sehingga Pemerintah sempat berencana akan memperbesar ukuran gambar peringatan di kemasan atau bumgkus rokok.
Disamping itu upaya Pemerintah untuk menekan jumlah para perokok agar tak meningkat yakni; di tahun 2023 mulai diterapkannya larangan penjualan rokok secara batangan atau 'ketengan'. Namun bukan orang Indonesia namanya kalau tak bisa 'mengakali', mereka akan beralih ke rokok yang harganya murah atau lebih murah.
Kementerian Kesehatan RI menyebut penjualan rokok saat ini masih terus meningkat. Begitupun dengan jumlah konsumsi rokok, perokok anak, dan kematian akibat merokok.
Penjualan rokok pada 2021 meningkat 7,2 persen dari tahun 2020 yakni dari 276,2 miliar batang menjadi 296,2 miliar batang. Jumlah perokok di Indonesia meningkat sebanyak 8,8 juta orang dalam kurun 1 dekade yaitu dari 59,9 juta di 2011 menjadi 70,2 juta di 2021. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Indonesia secara konsisten berada di 5 besar negara dengan perokok terbesar di dunia di bawah China dan India di atas Amerika Serikat dan Rusia.
Penggunaan rokok elektrik (fave) juga naik 10 kali lipat dari 0,3 persen di tahun 2011 menjadi 3 persen pada 2021, ini menurut data Global Adult Tobacco Survey (GATS) dan Kementerian Kesehatan.
📊 19.220
*Sumber : BBC, GATS, Kemenkes RI
Tags
Sehat
