Ratusan Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas Kalteng melakukan aksi unjukrasa menyampaikan beberapa tuntutan, aksi tersebut berlangsung di halaman instalasi pengolahan air minum PDAM Jl. Mahakam Kuala Kapuas, Senin (08/11/21).Aksi karyawan PDAM tersebut menyampaikan beberapa tuntutan, dari spanduk yang dibentangkan menyampaikan 4 tuntutan yakni; karyawan menuntut kepastian pembayaran gaji setiap bulannya, menuntut pertanggungjawaban mantan Pjs Direktur PDAM, Maria Magdalena selama menjabat.
Para karyawan menuntut Pjs Direktur PDAM saat ini, Jonnie untuk mencabut atau membatalkan perintah asesmen pada seluruh karyawan PDAM Kapuas, dan poin lainnya menutut peninjauan ulang kinerja Dewan Pengawas PDAM, Edy Lukman Hakim selama ini.
Karyawan PDAM itu melakukan unjukrasa dan sempat mengancam menghentikan pengoperasian mesin instalasi air PDAM di Jl. Mahakam jika tuntutan tak dipenuhi.
Sekda Kapuas, Septedy tiba di lokasi unjukrasa dan menyampaikan beberapa penjelasan atas tuntutan karyawan itu terkait tuntutan hak gaji karyawan yang akan dibayar bertahap dan direalisasikan dalam 1 minggu ini karena keuangan terbatas.
Seorang karyawan PDAM yang turut dalam aksi unjukrasa mengungkapkan diantara tuntutan dalam aksi itu adalah terkait hak gaji karyawan yang belum terbayarkan, masing-masing bervariasi terdiri karyawan tetap, karyawan Capeg dan karyawan berstatus honor.
"Gaji yang tidak terbayar yang tetap 5 bulan, yang Capeg 6 bulan kalau yang honor 8 bulan," ungkap karyawan yang juga menyodorkan surat agar kepastian tuntutan mereka dituangkan dalam surat persetujuan komitmen, namun itu tidak berujung kesepakatan.
Pjs Direktur PDAM Kapuas, Jonnie menyampaian dapat memahami tuntutan tersebut.
"Kami memahami tuntutan tersebut, sedangkan kondisi keuangan PDAM saat ini minus dibanding pendapatan akibatnya gaji yang belum terbayar sejak Juni 2021. Ketika saya menjabat Pjs 5 Oktober langsung dapat warisan tunggakan gaji belum lagi pinjaman, belum lagi untuk operasional yang harus dibagi dengan pendapatan. Menjadi hal yang sangat luar biasa untuk menyelesaikan," ujarnya melalui pesan aplikasi medsos. (EDM)
Penulis : Eka Dolok Martimbang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.