Dari sumber Intelkam Polri menyebut Propinsi Kalsel masuk 10 besar
nasional dari 34 propinsi yang memiliki kerawanan muncul berita hoax dan
ujaran kebencian.
Hal itu seperti diungkapkan oleh Ipda Dicky Khairil mewakili Direktorat Intelkam Polda Kalsel, pada pertemuan dengan para Anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalsel, Senin (21/06/21), di Banjarbaru.
Untuk menangkal pemberitaan hoax dan ujaran kebencian, pihak Direktorat Intelkam Polda Kalsel menggandeng dan bersinergi dengan para Anggota SMSI Kalsel.
Sebagai keseriusan kerjasama dan sinergi tersebut ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak.
“Kami berharap dengan SMSI Kalsel bisa berkerjasama dalam menjaga
stabilitas Kamtibmas di Kalsel melalui kegiatan menangkal hoax, isu SARA
dan radikalisme,” harap Dicky.
Anang Fadhilah, Ketua SMSI Kalsel yang hadir pada penandatanganan MoU dengan Direktorat Intelkam Polda Kalsel itu mengatakan, saat ini SMSI Kalsel beranggotakan 36 media siber atau online yang berbasis di beberapa kabupaten/kota di Kalsel. (Red)
Tags:
Sosial
