Dituding Tak Siap Hadapi COVID-19 Direktur RSUD Kotabaru Menjawab - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Sumber Data Cuaca: https://cuacalab.id

    Minggu, 12 April 2020

    Dituding Tak Siap Hadapi COVID-19 Direktur RSUD Kotabaru Menjawab


    ilustrasi

    Di tengah pandemi COVID-19 yang mengancam setiap daerah, terdapat pihak yang meragukan kesiapan RSUD Kotabaru untuk memghadapi virus tersebut.

    RSUD Kotabaru diduga tak bisa membeli obat-obatan karena masih punya utang ke perusahaan obat, sehingga saat ini RSUD kesulitan dalam pengadaan obat. 

    "Kalau ada pasien yang positif COVID-19 maka bisa dibayangkan RSUD tak bisa menangani pasien dengan baik. RSUD Kotabaru juga tak punya ruang yang bertekanan negatif untuk mengisolasi pasien COVID-19 karena mereka tak punya anggarannya," ungkap satu narasumber yang tak mau disebut identitasnya, dan sepertinya sangat paham seluk beluk di RSUD Kotabaru.

    Untuk menepis tudingan tersebut Media ini melakukan konfirmasi ke Direktur RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru, dr. Cipta Waspada, Minggu (12/04/20).
    Di bawah ini kami tuliskan penjelasan dari dr. Cipta Waspada. 

    RSUD Kotabaru sudah siap sejak tanggal 12 Pebruari 2020 lalu dengan dibuktikan sudah melakukan observasi pasien diduga COVID-19 dari ABK (Anak Buah Kapal) tetapi ternyata negatif. Tanggal 13 Pebruari 2020 ada lagi2 ABK diobservasi oleh pihak RSUD selama 2 hari sambil diperiksa di laboratorium dan konsultasi dari Dokter Spelialis Paru ke penanggungjawab COVID-19 di Propinsi yakni RS Ulin; dr. Isa SpParu, ternyata negatif hanya ISPA saja bukan COVID-19.

    Dan berlanjut terus tanggal 23 Maret 2020 ada 2 orang, tanggal 25 Maret 2020 ada 2, tanggal 26 Maret 2020 ada 1, tanggal 27 Maret 2020 ada 1, tanggal 1 April 2020 ada 1, dan tanggal 4 April 2020 ada 2; semua setelah diobservasi dan diperiksa laboratorium di Kotabaru, radiology, dan diperiksa Dokter Spesialis Paru di Kotabaru dan dikonsultasikan ke Spesislis Paru di Banjarmasin hasilnya bukanCOVID-19. Dan 2 orang yang terakhir sudah pakai Rapid Test hasilnya non reaktif.
     
    "Jadi sesuai dengan kondisi RSUD Kotabaru yang bukan RS rujukan tetapi RS darurat COVID-19 sudah melaksanakan fungsinya dgn baik," jelas dr. Cipta Waspada.

    Ditambahkannya, mengenai obat untuk COVID-19 pihak RSUD Kotabaru sudah mengusulkan 2 kali ke pihak Pemprop dan direspon dapat bantuan memalui Dinas Kesehatan.

    "Jadi misalkan ada yang positif hasil konfirmasi laboratorium PCR dan dirawat di Kotabaru obatnya sudah ada di Dinkes, obat ini sangat terbatas yakni osetamivir dan cloroquin, sudah ada tetapi protapnya atau SOP-nya kalau positif yang merawat RS rujukan; dari Kotabaru RS rujukannya ke RS Boeyasin di Tanah laut," ungkap dr. Cipta Waspada.

    Dan menurut dr. Cipta Waspada, untuk ruangan isolasi khusus COVID-19 yang ada saat ini bukan ruangan isolasi yang ideal tetapi tetap bisa dipakai untuk observasi, baru ada 2 bed, mau disekat biar jadi 4 bed tetapi masih ada pasiennya. Adapun perlengkapan alat kesehatan yang lain sambil berproses untuk pemenuhan.

    "Kalau menunggu lengkap dan ideal pasien bisa terlantar. Dan untuk APD kita sudah ada," tutup dr. Cipta Waspada. (Red)

    ----------©----------
     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda