COVID-19 dan Kreativitas Penjahit Tanah Bumbu Membuat Jas APD - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Sumber Data Cuaca: https://cuacalab.id

    Rabu, 08 April 2020

    COVID-19 dan Kreativitas Penjahit Tanah Bumbu Membuat Jas APD

    Jas APD Produk Penjahit Tanah Bumbu
    Tak perlu panik.

    Bukan berarti menganggap remeh penyebaran Virus Corona (COVID-19) yang sedang melanda nyaris seluruh dunia.

    Walaupun telah banyak memakan korban dalam waktu cukup singkat, COVID-19 ternyata juga membawa hikmah bagi sebagian orang terutama tukang jahit. Mereka pun menjadi kreatif dikarenakan kondisi yang mendesak dan sangat diperlukan.

    Misalkan saja para penjahit di kawasan Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin yang memproduksi masker untuk digunakan sebagai pencegahan penyebaran COVID-19.

    "Tak kurang dari 24 penjahit yang kami minta untuk memproduksi masker yang kami bagi-bagikan secara gratis ke warga dan pihak pemerintahan. Kini kami meminta pihak penjahit membuat APD berupa jas," ungkap Saipul Rahman, SE, Owner PT Sarabakawa yang memanfaatkan produk lokal untuk keperluan pencegahan penyebaran COVID-19.

    Yang baru-baru ini pihak PT Sarabakawa sudah memesan APD berupa jas ke satu penjahit, dan sudah berhasil dibuat yang tak kalah kualitasnya dengan jas yang didatangkan dari atau produk luar daerah.

    "Sudah selesai 1 jas hari ini, sebagai contoh, ternyata kualitasnya tak kalah dari produk luar daerah yang sudah kami datangkan dan dibagikan ke pihak Pemkab kemarin," kata Saipul Rahman, Rabu (08/04/20), di kediamannya.

    Satu penjahit di kawasan Simpang Empat Tanah Bumbu diketahui sudah berhasil membuat jas dari bahan bernama sponge bound.

    "Selisih harganya cukup besar dibanding kalau kita beli produk luar, selisih harga sampai Rp 100 ribu per jas belum termasuk ongkos kirim. Dan warna jas pun bermacam-macam yang tersedia ada yang hitam, orange dan biru selain warna putih," tutup Saipul Rahman. (Red)

    ----------©----------
     
     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda