[Infokus] Ketersediaan Air dan Janji Jelang Pilkada

Air.......

Satu kata yang sangat akrab di telinga para warga di daratan Pulau Laut dimana terdapat ibukota kabupaten; Kotabaru.

Dalam beberapa tahun terakhir warga di daratan Pulau Laut ini selalu kesulitan ketersediaan air untuk aktivitas keseharian warganya. Keberadaan PDAM pun nyaris tak berkutik menghadapi tuntutan para warga konsumen yang jadi pelanggannya.

Krisis air......

Boleh dianggap begitu. Karena tiap musim kemarau aliran air PDAM sering 'ngadat' sampai ke rumah konsumen bahkan akhirnya terhenti sama sekali. Waduk dan embung yang menjadi wadah air baku PDAM terutama Waduk Gunung Ulin, waduk paling besar ini pun tak berdaya mengalirkan airnya.

Warga pun beralih melirik ke para penjual air yang berjualan air dan mendapat aplusan rejeki di musim kemarau, mengambil alih sementara fungsi dan tugas PDAM selama kemarau.
Pipa PDAM nihil air mengalir, warga konsumen 'bayar angin' karena bayar biaya beban sebagai konsumen tetap. Warga konsumen meradang, bayar angin pun disoal hingga dengar pendapat (hearing) antara perwakilan warga konsumen, stakeholder terkait dan DPRD.

Janji air tak lagi sulit pun hanya sekedar angin surga dari para Calon Kepala Daerah di tiap kali jelang Pilkada.
Janji solusi sumur bor di tiap desa oleh Calon Bupati di Pilkada lalu hingga yang bersangkutan terpilih; tak kunjung terwujud.
Penderitaan masalah kekurangan air pun jadi kisah dan obrolan keseharian warga daratan Pulau Laut. Bahkan tak urung tempat ibadah; dimana makhluk memanjatkan doanya kepada Sang Khalik, juga kekurangan air untuk bersuci para jamaah. Tiap hari membeli air yang jumlahnya cukup banyak menguras kas.

Janji politis bagi para Calon Kepala Daerah untuk Pilkada; adalah termasuk janji bagaimana agar warga tak lagi kekurangan air selain janji-janji kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Janji politis suka atau tidak suka menjadi bagian dari tiap perhelatan Pilkada dan sejenisnya, dan warga harus kembali menyiapkan telinga untuk mendengarnya sambil berpikir apakah itu janji manis ataukah memang janji pasti.

Air mengalir sampai jauh diharapkan bukan ke laut tapi ke rumah warga. Janji-janji politis silakan bertebaran semanis madu tapi air putih tak akan nikmat diminum bila tak diseduh dengan gula, kopi maupun teh; artinya janji wajib diwujudkan agar bisa enak dinikmati. (ISP)
----------©----------
 

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara