[Infokus] HPN Dengan Tema Tak Sentuh Insan Pers

“Pers Menggelorakan Kalimantan Selatan Gerbang Ibu Kota Negara."

Itulah tema Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 atau lebih tepatnya HUT PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) yang dulu pegang peranan dan sangat dominan di era Orde Baru serta menjadi satu-satunya wadah bagi Insan Pers Kala itu.

Tema di atas sama sekali tak relevan dengan kondisi para Insan Pers saat ini yang tak jarang mendapat perlakuan tak menyenangkan; diintimidasi, diteror, dikriminalisasi, serta kebanyakan belum hidup sejahtera sebagaimana para pekerja di sektor lainnya.

Tema tersebut tampak seperti tema pesanan untuk menyenangkan tuan rumah sebagai penyelenggara HPN. Tema sepihak yang mengatasnamakan Pers untuk mengangkat nama daerah sementara berbagai isu sentral terkait langsung dengan Pers dan para pekerjanya tak digaungkan dan dijadikan semacam pembahasan untuk berbagai kemajuan menyangkut Pers dan pekerjanya saat ini dan di masa depan.

Peringatan yang hanya bersifat seremonial dan terkesan buang-buang biaya yang tentu tak sedikit. Semestinya peringatan hari pers dirangkai dengan berbagai kegiatan yang terkait langsung dengan Pers itu sendiri bukan melenceng jauh dari substansi peringatan.

Sebagai Insan Pers atau Pelaku Jurnalistik saya pribadi menolak HUT PWI itu dijadikan sebagai HPN. Karena kini PWI bukan lagi satu-satunya organisasi profesi Insan Pers di negeri ini pasca reformasi. Momentum disahkannya UU Pers Nomor 40 tahun 1999 adalah lebih tepat dijadikan sebagai HPN yang terkesan reformatif dan tak menonjolkan organisasi tertentu yakni PWI saja, sebab ada yang lain yaitu AJI dan IJTI yang level dan tingkatannya sama dan setara.

Tampaknya HPN hanyalah dijadikan semacam 'kongkow' tanpa hasil selain meriah dengan bertemunya orang banyak lalu bubar pulang tanpa meninggalkan bekas berarti di benak para Insan Pers. (ISP)
----------©----------
 

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara