Ribut-ribut pelanggan PDAM di Kotabaru yang bayar biaya beban meski air tidak mengalir alias dianggap bayar angin, dan class action terkait masalah tersebut, dan berharap biaya beban disubsidi oleh Pemkab alias dibayarkan, merupakan permasalahan tersendiri bagi PDAM Kotabaru dan para pelanggan.
Berbeda dari PDAM Tanah Bumbu yang tampaknya 'adem ayem' saja karena air tetap lancar mengalir.
"Selama tidak ada status pemutusan sambungan secara administrasi maka masih termasuk langganan aktif, meski air tak mengalir pelanggan tetap bayar yang disebut biaya beban," ujar Sobari, Direktur PDAM Tanah Bumbu saat menanggapi terkait biaya beban yang dibayarkan oleh para pelanggan PDAM.
Ketika ditanya apakah selama ini ada semacam subsidi dari Pemkab terkait pembayaran biaya beban yang harus dibayarkan para pelanggan, Sobari menjawab, "tidak ada."
Senada dengan Direktur PDAM Tanah Bumbu, Ketua DPRD Tanah Bumbu, H. Supiansyah, ZA, SE, MH pun menyatakan tak ada subsidi dari Pemkab untuk biaya beban para pelanggan PDAM, Selasa (28/01/20).
Baca juga : Sudah Giliran Mengalir Air PDAM Kotabaru Berbau Pula
Baca juga : Sudah Giliran Mengalir Air PDAM Kotabaru Berbau Pula
"Kalau kebijakan mungkin bisa jika terjadi berbulan-bulan air tak mengalir; status PDAM tutup sementara karena tak bisa memenuhi kebutuhan air," tambah Sobari yang menyebut biaya beban rata-rata pelanggan PDAM Tanah Bumbu sebesar Rp 7 ribu per bulan.
Biaya beban itu tambah Sobari, sama saja di seluruh PDAM, karena itu adalah biaya abonemen atau biaya berlangganan, yang beda hanyalah jumlah besarannya saja. (Red)
Tags
Ekonomi
