[Infokus] Waspada Kemungkinan Isu SARA di Pilkada Kotabaru 2020

Yandi Kamitono
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kotabaru di 2020 ini tampaknya akan berlangsung panas dan kompetitif. Ini bisa disimak dengan diminatinya Pilkada di Kotabaru oleh beberapa figur antara lain Petahana, Said Jafar dan Burhanuddin yang masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati saat ini. Kemudian kader dari Pemenang Pileg dari PDIP; Zulkipli AR, dari jalur perseorangan (independen) yang memastikan diri akan ikut berlaga adalah Yandi Kamitono, ditambah Mantan Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar dan petahana Bupati Tanah Bumbu, H. 

 Noor yang gencar isunya akan ikut berlaga dan sudah mulai melakukan gerakan.

Seperti beberapa Pilkada terdahulu tampaknya Pilkada yang akan dihadapi nanti tak berbeda jauh. Hal yang tampaknya tak akan hilang adalah praktik politik uang (money politik) dengan pernak-perniknya seperti pembagian Sembako, uang transport, uang bensin, hingga sumbangan berupa fisik maupun non fisik ke tempat ibadah, fasilitas umum yang tujuannya tak lain menarik simpati warga, kelompok, dan komunitas.

Di Pilkada ke depannya nanti pun jika diantara beberapa nama yang disebut di atas yang diantaranya terdapat yang Non Muslim dan keturunan Non Pribumi; nyaris dipastikan akan merebak isu SARA.

"Saya sadar dan sudah memperhitungkan kemungkinan isu SARA itu akan menimpa saya jika maju di Pilkada. Tapi tentu setiap orang punya pandangan dan pilihan sendiri, dan tidak semua orang membenci saya," ungkap Yandi Kamitono, Bakal Calon Kepala Daerah yang akan maju di Pilkada Kotabaru 2020 yang merupakan Non Muslim dari keturunan etnis Tionghoa.

Yandi Kamitono, yang lahir di Pulau Laut Kotabaru ini tak diragukan nasionalisme sebagai WNI, punya niat dan komitmen tersendiri ingin ikut membangun tanah kelahirannya, tanah yang memberikan kehidupan bagi keluarganya sejak ratusan tahun lalu.

Saat ini Yandi Kamitono terus menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang ada di Kotabaru agar dapat menyokongnya maju di Pilkada Kotabaru 2020. 

Kemungkinan black campaign atau kampanye hitam terhadap dirinya nanti; sudah diperhitungkan secara matang oleh Yandi Kamitono seperti yang pernah dilakukan sebagian warga Jakarta terhadap Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Tapi apapun rintangan itu merupakan konsekuensi yang mesti dihadapi bukan berusaha menghindar dari kenyataan, tinggal para warga pemilih yang akan menentukan pilihannya, karena ini adalah pemilihan kepala pemerintahan bukan memilih kepala agama atau memilih khalifah (kepala agama sekaligus kepala pemerintahan), Pilkada Kotabaru 2020 dan Pilkada di daerah lainnya adalah dalam bingkai NKRI yang Bhineka Tunggal Ika. (Red)

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara