"Pemerintah harus mencabut subsidi BBM karena kebanyakan disalahgunakan dan tak tepat sasaran," ungkap H. Mahyuddin, seorang pengusaha BBM yang melayani permintaan BBM untuk perusahaan.
Menurut pengusaha yang bermukim di Simpang Empat Tanah Bumbu ini, pemerintah harus mengalihkan subsidi ke sasaran yang benar-benar tepat jika tujuannya untuk meringankan beban rakyat miskin.
"Coba saja lihat di tiap SPBU siapa yang banyak membeli Premium (Bensin) kalau bukan mobil yang pemiliknya tentu orang berduit, padahal SPBU telah menyediakan jenis Pertalite dan Pertamax yang tak bersubsidi tapi mereka beli yang bersubsidi, begitupun dengan jenis Solar," ungkap Mahyuddin.
Ia pun sangat setuju jika semua subsidi baik BBM maupun Gas dihapus saja, tapi pemerintah mengalihkannya ke bidang lain yang lebih menyentuh seperti kesehatan dan pendidikan.
"Biar subsidi BBM dan Gas tak disalahgunakan dan tak tepat sasaran itu dihapus saja, harga semua jenis BBM adalah harga industri. Kalau pemerintah mau beri subsidi ke bidang kesehatan saja maupun pendidikan dengan membantu para pelajar dan mahasiswa dari golongan tidak mampu," tutup Mahyuddin pula.
Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014,
BBM tertentu termasuk Solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi
industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan,
transportasi dan pelayanan umum, termasuk juga kendaraan pribadi dengan
kapasitas mesin atau CC yang kecil. (Red)
Tags
Ekonomi
