Uang palsu (Upal) menghantui para pedagang kecil di Palangkaraya, Ibukota Propinsi Kalteng. Seorang pedagang yang telah menjadi korbannya yaitu Acil Aluh (60) yang sehari-hari berdagang bensin eceran dan makanan kecil di kawasan Jl. Akhmad Yani depan Stadion Olahraga Sanaman Mantikei.
Diceritakan Acil Aluh, bermula pada tanggal 19 Januari 2020 lalu, sekira jam 20.00 WITa ia bersama suaminya bersiap-siap untuk menutup kios dagangan, tak berselang lama datang sepeda motor jenis Honda Scoopy warna hitam merah yang dikendarai 2 orang pria, 1 pria berbadan kurus masih bertahan di motor, 1 pria berbadan gemuk turun untuk berbelanja.
Saat berbelanja menurut acil Aluh, pria gemuk tersebut membeli 1 botol air mineral dengan harga Rp 6 ribu dan mengeluarkan uang Rp 100 ribu.
“Sudah Acil angsul (kembalian) Rp 94 ribu, saat Acil buka uangnya yang dilipat, kenapa duitnya kasar kaya (seperti) kertas kebetulan mati lampu jadi Acil senter pakai senter HP, ternyata duitnya kadada (tak ada) benang pengamannya sama agak luntur,” tutur Acil Aluh.
Mengetahui yang dipegangnya merupakan uang palsu spontan acil aluh berteriak kepada orang yang memberikan uang tadi, namun belum sempat dikejar kedua orang tersebut langsung tancap gas membawa uang asli hasil kembalian sebesar Rp 94 ribu.
Acil Aluh selaku pedagang kecil sangat mengharapkan tindakan pihak Kepolisian agar bisa segera menemukan dan menangkap pelaku yang kini menurut Acil Aluh sudah ada satu orang pedagang kecil juga yang merupakan teman Acil Aluh yang jadi korban seperti yang menimpa dirinya dan pelakunya pun sama.
“Semoga bapak-bapak di Kepolisian bisa segera mendapatkan orangnya sampai ke akar-akarnya biar kada (tidak) meresahkan lagi uang palsu kaya (seperti) yang menimpa kami semalam (kemarin)," ucap Acil Aluh. (Dolok)
Tags
Hukum
