![]() |
| ilustrasi |
APBD Kabupaten Tanah Bumbu di tahun 2020 akan dipatok pada angka di kisaran Rp 2 trilyun.
Perbincangan antara Pemred Jurnalisia Online, Imi Surya Putra dengan Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, H. Supiansyah, ZA, SE, MH di sela rehat Rapat Komisi DPRD, Jumat (01/11/19), di gedung DPRD Tanah Bumbu.
Menurut Politisi Senior PDIP Kalsel itu, angka APBD dipatok sebesar itu dengan prediksi sebagai berikut; berdasarkan beberapa pemasukan yang akan diperoleh Kabupaten Tanah Bumbu antara lain Dana Alokasi Khusus diperkirakan sebesar Rp 140 milyaran, Dana Insentif Daerah (DID) sekitar Rp 80 milyaran, Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp 500 milyar lebih.
Kemudian Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemprop Kalsel berkisar Rp 130 milyaran, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Murni sebesar Rp 150 milyaran.
"Dana Bagi Hasil, sebesar Rp 480 milyar atau 70 persen tapi yang Rp 600 milyar juga merupakan 70 persen yang mana 30 persennya masuk ke tahun 2020, makanya tetap saja itu. Anggap saja Rp 1 trilyun dulu yakni DAU dan DBH Pusat, ditambah DBH Propinsi dan DID sebesar Rp 210 milyar, DAK Rp 140 milyar, ditambah Insentif Desa yang jumlah lebih Rp 100 milyar, lalu PAD sebesar Rp 150 milyar, SILPA sekitar Rp 200 milyar, ditambah dengan yang 30 persen dari DBH Pusat sebesar Rp 600 milyar yang belum dibayarkan Pemerintah Pusat di 2019 yang akan dibayarkan di Januari 2020," jelas Ketua DPRD Tanah Bumbu. (Red)
Tags
Advertorial

