Didukung Oleh Investing.com

Dusun Lipon, Potret Kampung Yang Terabaikan Pembangunan


Tanggapan beragam dipastikan bernada negatif jika kita melihat langsung kondisi jalan penghubung antara Dusun Lipon dengan pusat pemerintahan Desa Bangkalaan Dayak Kecamatan Kelumpang Hulu Kabupaten Kotabaru terutama saat musim penghujan. Tidaklah salah jika jalan kesana digambarkan tak lebih baik daripada kuangan kerbau.

Tragis.
Ya sudah pasti, mengingat wilayah Kabupaten Kotabaru yang paling luas di Propinsi Kalsel berikut Sumbar Daya Alamnya yang juga memiliki potensi paling besar di wilayah Kalsel. Ironisnya Pemkab seolah tak mampu mengelola segala potensi yang ada untuk membangun wilayahnya lebih baik daripada kabupaten/kota lainnya. Serta seolah tak mampu memaksimalkan dan mengoptimalkan semua potensi baik SDA maupun SDM sebagai pendukung pembangunan di semua lini untuk memberikan kesejehteraan minimal pelayanan dan infrastruktur serta fasilitas yang cukup layak.

Sebut saja soal jalan ke Dusun Lipon tersebut yang terabaikan oleh Pemkab Kotabaru selama ini padahal disana terdapat masyarakat yang juga berhak memperoleh perhatian seperti warga di desa lainnya. 

Kemudian di Dusun Lipon juga terdapat sarana kesehatan berupa semacam klinik yang dibangun pada tahun 2002 lalu namun tak pernah berfungsi sesuai peruntukkannya. Tak ada tenaga medis ataupun tenaga kesehatan disana yang bertugas melayani masalah kesehatan warga, alasan klasik adalah petugas tidak betah berada disana karena terpencil, padahal saat mereka diaumpah sebagai ASN bersedia ditempatkan dimana saja di seluruh pelosok negeri ini.

Ada pula sekolah swasta di Desa Lipon, sama, juga tak terperhatikan oleh Pemkab setempat.
Tenaga pengajar yang menjadi Guru disini cuma 1 orang yang berstatus PNS, inipun dipinjam dari SDN di Bangkalaan Dayak, dan mengajar secara sukarela.

Wakil Ketua DPRD Propinsi Kalsel, M. Syarifuddin, SE sangat sedih dan perihatin saat menerima keluhan warga Dusun Lipon terkait kondisi kampung mereka ini. Dan Politisi dari PDIP ini pun sedang menjadualkan kunjungan langsung kesana untuk melihat kondisi warga dan berbagai fasilitasnya.

"Kalau tak ada kesibukan saya akan kesana. Terkait tenaga kesehatan dan pengajar supaya mereka mau bertugas disana, kita akan mencari solusi apakah nantinya mereka akan diberi fasilitas tambahan dan insentif," ungkap M. Syarifuddin, SE yang menjadi tumpuan warga baik Tanah Bumbu maupun Kotabaru sebagai kapasitasnya selaku Wakil Rakyat. (Red)
Lebih baru Lebih lama