Wabup Hilang Dari Poster HUT Kotabaru, Pengamat IDE; Bupati Hina Pilihan Politik Rakyat


Tiadanya foto Wakil Bupati Kotabaru, Ir. H. Burhanudin dalam Poster acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kotabaru ke 69 seolah mengkonfirmasi bahwa orang nomor 2 di Kotabaru itu posisinya secara sengaja disingkirkan dari kancah politik Pemerintahan Daerah. 

Poster yang hanya menampilkan wajah Bupati, Said Jafar bersama Sekdakab, Drs. Said Akhmad, itu banyak mendapatkan tanggapan miring dari masyarakat, khususnya di jagad Medsos. Para Netizen menyesalkan hubungan yang tak harmonis antara Bupati dan Wakil Bupati itu ditampilkan secara vulgar. 

"Kotabaru seperti tidak punya Wakil Bupati," tulis seorang Netizen laman Medsosnya.
Senada dengan itu, beberapa Netizen berkeluarga secara bergurau menyebut Sekdakab sebagai Wakil Bupati yang baru. 

"Itu Wabup yang baru ya ?" kelakar seorang Netizen mengomentari foto Sekdakab yang ada pas disamping Bupati Said Jafar.

Pengamat dari The Institute for Democracy and Education (IDE) Jakarta, Syahrani, S.Ag, menyebut tiadanya foto Wakil Bupati dalam Poster HUT Kotabaru ke 69 itu secara politik tidak etis dan menampilkan komitmen etika yang tidak layak dipertontonkan. 
Syahrani, S.Ag, Pengamat dari IDE
"Secara etik itu pembunuhan terhadap karakter politik Wakil Bupati," komentarnya.

Menurutnya Bupati dan Wakil Bupati dipilih oleh Rakyat Kotabaru dalam 1 paket pilihan, sehingga segala priveles (priveledge) atas jabatan yang mereka sandang harus dipakai oleh 2 belah pihak.

"Itu penghinaan terhadap pilihan politik rakyat Kotabaru yang telah memilih mereka berdua," sambungnya.

Ketidakharmonisan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati memang merupakan berita yang telah lama beredar terutama mencuat saat Wabup Kotabaru melawan ketika hak-haknya, anggarannya seperti Biaya Operasional dan Hak untuk menandatangani Perjalanan Dinas dihapus secara sepihak oleh Bupati. 

Baca juga : Moment Ramadhan 2019, Bhabinkamtibmas Peduli Warga

Terhangat, Wabup Kotabaru menyurati dan mendatangi Sidang DPRD Kotabaru untuk menjelaskan duduk perkaranya. Sayangnya pada saat itu Bupati Said Jafar tidak hadir pada Sidang DPRD yang sengaja dilaksanakan sebagai desakan dan tuntutan dari masyarakat. (Red/JC)
Lebih baru Lebih lama