"Buku adalah jendela dunia" demikian bunyi ungkapan klasik yang sudah membumi di masyarakat.
Saat kru Jurnalisai mengunjungi satu perpustakaan milik Pemkab dan berbincang dengan seorang pengunjung pada Sabtu (16/3/19), di ruang baca perpustakaan umum yang beralamat di Jl. Beigjen H. Hasan Basri No 155 Desa Semayap, sebut saja Ipdal, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Kotabaru, yang berkunjung untuk membaca dan mencari materi perkuliahan.
"Buku di perpustakaan ini sebagian besar buku lama, dan susunannya tidak teratur, penempatan tidak sesuai dengan klasifikasinya, sehingga kami kesulitan mencari buku yang kami inginkan," keluh Ipdal.
Terkait keluhan tersebut, saat dikonfirmasi di tempat yang sama, Sekretaris Badan Perpustakan dan Asip Daerah Kotabaru, Syarifuddin mengatakan penyusunan buku rutin dilakukan sebulan 1 kali, karena tidak memungkinkan pihaknya untuk menyusun setiap hari, sedang untuk koleksi buku pihaknya pun tidak bisa menyiapkan semua.
"Kami akan mengadakan buku sesuai dengan permintaan pengunjung, kami menyediakan formulir yang harus diisi untuk permintaan buku baru, namun itu semua sangat tergantung dengan anggaran pual," jelasnya.
Lebih lanjut Syarifuddin mengungkapkan animo masyarakat dalam membaca buku cukup tinggi, ini terlihat pada statistik kunjungan ke perpustakaan dari tahun ke tahun terus meningkat, namun hingga saat ini yang paling banyak mengunjungi perpustakaan adalah pelajar mulai dari TK hingga SMA.
Perlu diketahui perpustakaan daerah ini buka pada setiap hari Senin hingga Sabtu dari jam 08.00 hingga 17.00 WITa, sementara koleksi buku-buku yang tersedia di Badan Perpustakan dan Asip Daerah Kotabaru antara lain buku ilmu sosial, filsafat, agama, bahasa, ilmu teknologi terapan, ilmu murni, karya umum, fiksi, kesenian, kesusastraan, sejarah, geografi dan buku anak-anak, selain itu juga di sediakan fasilitas internet gratis. (RNS)
Tags:
Pendidikan
