Eloknya Pertamini di Sembarang Tempat

Pertamina dalam versi mini, atau lebih dikenal dengan plesetan Pertamini, atau tempat pengisian BBM yang mirip SPBU; keberadaannya seperti 2 sisi mata pisau, selain keberadaannya memang diperlukan juga punya sisi lain yang perlu ditelaah dan dikaji

Mulai menjamurnya Pertamini yang berada di sepanjang jalan didalam kota Kotabaru sangat membantu warga memang, buka hingga larut malam dengan ukuran yang jelas dan harga Premium Rp 8 ribu per liter sama dengan premium eceran di warung dan kios. 

Hingga di depan Mesjid Raya Husnul Khatimah pun berdiri dan ada pula yang malah bersampingan dengan warung ikan bakar. Bahkan penjualnya pun melayani pembeli dengan santainya sambil menikmati isapan rokok di mulutnya

Yang jadi pertanyaan adalah adanya Pertamini ini apakah sudah ada uji kelayakan dan keamanan karena berada tepat di tengah keramaian yang rentan dan berbahaya karena berisi bahan bakar yang mudah terbakar. Disamping itu apakah yang memiliki Pertamini sudah memahami dan mempelajari tentang prosedur bila terjadi kecelakaan. Dan apakah di setiap Pertamini sudah dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Kita yakin sajalah keberadaan Pertamini ini mungkin sudah mengantongi ijin dari instansi terkait. Seandainya pun tidak mengantongi ijin tempat berarti pemerintah daerah kecolongan.
Idealnya pemilik Pertamini ini memasang ijin tempat dan ijin usahanya jelas keberadaannya karena menggunakan alat pengisian BBM. 

Kita keberadaan Pertamini ini yang sebenarnya cukup membantu warga ini tidak menjadi blunder karena asal tempati lokasi saja. Karena baliho Caleg yang isinya cuma foto dan nama saja tanpa ijin akan dicabut apalagi Pertamini yang rentan bahaya kebakaran karena berisi bahan bakar yang mudah terbakar. (dbg)
Lebih baru Lebih lama