Calon Pemilik 'Kursi Basah' Kotabaru di Era Digital

Tepat tanggal 10 Maret 2019 ini Direktur PDAM Kotabaru habis masa jabatannya.
Kotabaru masih memerlukan sosok pemimpin di Perusahaan Daerah Air Minum ini dengan pola pikir maju, enerjik, kinerja tinggi, kompetensi dan memiliki loyalitas tinggi dalam membawa PDAM Kotabaru menuju perubahan.

Dalam perkembangan PDAM Kotabaru dari waktu ke waktu terus berusaha memperbaiki manajemen, kinerja pegawai dan sistem.
Hal ini sudah mulai dilaksanakan sejak kepemimpinan Noor Ipansyah, SH, MH (10 Maret 2015 - 10 Maret 2019).
Pondasi yang sudah mulai dipancang harus tetap dijaga siapapun direktur yang akan memimpin perusahaan ini nantinya. 

Di era digital ini mutlak sosok pemimpin juga diharapkan tidak "gaptek" (gagap teknologi). Leadership serta kemampuan manajerial jelas dibutuhkan. Kemampuan mencerna dan memproses permasalahan juga satu diantara indikator keberhasilan dalam memimpin.

Desas desus yang sedang berkembang siapa pengganti sementara memang masih harus dipastikan. Jangan sampai di masa transisi justru akan membuat kekuatan yang telah dibangun justru akan melemahkan sistem yang sudah berjalan.
Suatu tantangan yang tak bisa dianggap ringan bagi Pemerintah Daerah Kotabaru dalam menjaring calon Direktur PDAM Kotabaru menuju era transparansi serta keterbukaan informasi seperti masa kini.
Sosok calon Direktur juga harus memiliki cara diplomasi dan berkarakter dalam membangun. Tak cukup hanya memiliki kedekatan tapi lebih dari itu harus memiliki human interest tinggi serta memahami sistem birokrasi agar tidak miskomuniksai dengan stakeholder lainnya. 

Jalinan komunikasi dengan media juga sangat perlu agar ekspose kegiatan bukan cuma terjadi di internal tetapi bisa menyebar luas di masyarakat. Media adalah satu patner yang harus diperhatikan agar pesan dan keluhan tersampaikan kepada masyarakat. 

Masyarakat mungkin tidak mau tahu siapa yang akan memimpin PDAM mendatang, namun masyarakat berharap banyak akan perubahan sistem dan pelayanan. Masyarakat akan senang bila air tetap mengalir tanpa hambatan meski dalam situasi krisis air. Inilah perlunya sosok pemimpin yang bisa menjawab hal itu. 

Keputusan akhirnya tetap di tangan Pemimpin Daerah ini. Siapapun yang terjaring putusan final berada di ujung pena Pemimpin Daerah.
Apapun harapan masyarakat berujung pada kemampuan Pemimpin Daerah memilah dan memilih sosok berkarakter terbaik untuk memimpin PDAM Kotabaru selanjutnya.
Pilih berdasarkan kemampuan berkerja untuk membangun bukan berdasarkan kemampuan berkerja untuk "pura pura membangun".
Keputusan penilaian layak tidak layak memang berada di tangan Pemimpin Daerah, namun satu hal yang harus diketahui penilaian riil paling akhir berada di mata masyarakat. (dbg)
Lebih baru Lebih lama