Berkah Melipat Surat Suara Pemilu 2019 Bagi Warga



Konsentrasi dan ketelitian adalah hal mutlak yang meski dimiliki oleh petugas penyortiran dan pelipatan kertas suara pemilu 2019, walau lelah, letih, haus dan panas menerpa tubuh mereka, namun karena tuntutan dan tanggujawab pekerjaan maka para petugas ini tak mempedulikan hal tersebut.

Seperti yang dialami Darsani dan Istri, Sariamah, warga Jl. Suryawangsa, yang ikut berkerja mulai hari pertama pelipatan dan penyortiran surat suara pemilu 2019 mengatakan, ia sangat senang, meski tubuhnya terkadang sangat lelah, namun dia bersyukur bisa berkerja disini, walaupun KPU tak memberi makan siang, seperti Pemilu sebelumnya.

"Kalu Pemilu lalu, kami dibari makan wan minum, ada jua ada snak atau wadai, tapi untuk Pemilu tahun ini kada dibari lagi, jadi terpaksa membawa sangu, kalu menukar di warung habis dah gajih," ungkap Darsani.

Masih menurut Darsani, jika sedang bersemangat dan kertas suara kecil dia bisa melipat 4 dus surat suara atau sejumlah 2.000 lembar, sedang jika surat suara besar melipatnya bisa sampai 3 kali lipatan, Darsani hanya mampu melipat 2 dus surat suara atau sebanyak 1.000 lembar, sedang selembar surat suara dihargai Rp 100.

"Lumayanlah daripada di rumah badiam wara, baik bagawi disini melipat wan menyortir surat suara, begajih haja minimal Rp 94 ribu per hari," paparnya dalam bahasa Banjar yang maksudnya daripada cuma di rumah diam saja lebih baik kerja melipat surat suara maka dapat gaji Rp 94 per hari. 

Untuk diketahui penyortiran dan pelipatan surat suara pemilu 2019 ini rencananya akan berlangsung hingga hari Senin, tanggal 11 Maret 2019. (RNS)
Lebih baru Lebih lama