![]() |
| Courtesy : facebook |
Kepada Media ini menurut Agus, penyebab jalan rusak di wilayah Desa Karang Indah Kecamatan Angsana itu adalah karena tidak adanya drainase di sepanjang jalan tersebut, sehingga tidak ada jalan untuk pembuangan air dari jalan ketika hujan turun. Keadaan jalan yang seperti itu diperparah oleh banyaknya armada dumptruk yang bersileweran di jalan propinsi itu.
"Menurut pengamatanku, masuknnya armada dumptruk ke jalan propinisi itu karena menuju ke sejumlah titik workshop atau bengkel yang ada di pinggiran jalan tersebut, entah workshop atau bengkel itu milik pribadi atau perorangan aku belum tahu," ujar Agus.
Masih menurutnya, selain itu banyak pula jenis armada trailer pengangkut alat berat yang lalu lalang juga turut memperparah kondisi jalan yang sudah rusak menjadi semakin rusak.
"Sangat disayangkan respon dari sejumlah perusahaan yang beraktivitas di wilayah Kecamatan aangsana seakan tutup mata, padahal sedikit banyaknya sejumlah perusahaan tersebut juga menggunakan jalan tersebut seperti untuk antar jemput karyawannya. Kepedulian sosial dari perusahaan yang beraktifitas tentu sangat diharapkan," tambah Agus.
Agus juga mensinyalir adanya angkutan batubara bermuatan berat yang banyak ikut lewat memperparah kondisi jalan yang sudah rusak duluan, diantaranya armada milik PT BUMA, PT PPA, PT DMP, dan banyak lagi.
"Saya berharap bagi para Anggota DPRD lebih peka lagi dalam menanggapi persoalan sosial masyarakat, jangan hanya disibukkan pencitraan karena mau Pemilu. Dari Kecamatan Angsana ini kan masih ada anggota DPRD yang aktif, ada Habib Umar, Andi Susilo, Abdul Rokhim, dan La Ode," tutup Agus berharap. (Hery)

