Belum beroperasinya kapal angkutan Sabuk Nusantara 93 membuat terhambatnya distribusi dan angkutan warga dari Kecamatan Pulau Sembilan ke Kotabaru, ibukota kabupaten.
Sudah hampir sebulan kapal ini masih berjangkar di perairan Kotabaru. Hal ini membuat warga di Kecamatan Pulau Sembilan harus menunggu kapal lain dari Surabaya hingga 13 hari.
Ini sangat dikeluhkan warga karena lambatnya operasi kapal Sabuk Nusantara 93. Bagi warga yang mau ke Kotabaru mereka harus mencarter kapal nelayan dengan tarif jutaan rupiah.
Saat musim barat seperti ini kapal nelayan dicarter 10 juta pun masih berpikir melakukan pelayaran karena besarnya ombak Laut Jawa.
Hal ini disampaikan Kepala Desa Maradapan Kecamatan Pulau Sembilan, Muhammad Gozali Rahman.
Menurutnya warga pun saat musim ombak besar seperti ini enggan berpergian kecuali dalam keadaan darurat.
Jangan lewatkan : Mesjid Unik, Khurbah Jumat Pakai Bahasa Bugis
Menurutnya warga pun saat musim ombak besar seperti ini enggan berpergian kecuali dalam keadaan darurat.
Jangan lewatkan : Mesjid Unik, Khurbah Jumat Pakai Bahasa Bugis
Distribusi Sembako untuk warga disana pun memanfaatkan kapal nelayan atau kapal pembawa es itupun sangat terbatas.
Ditengah galanya tol laut yang sudah dicanangkan, warga kepulauan masih banyak yang harus berjuang untuk sampai ke ibukota kabupaten. (dbg)
Tags:
Ekonomi
