Inilah gambaran dunia pendidikan di Kabupaten Kotabaru yang masih perlu pembenahan dalam persiapan menuju UNBK.
Seperti yang terjadi SMAN 1 Hampang, Kecamatan Hampang yang harus meminta sumbangan untuk keperluan sekolah. Bahkan tidak tanggung-tanggung sumbangan ini sudah lima kali terjadi.
Untuk kursi dan meja saja SMAN 1 Hampang harus meminta sumbangan kepada orangtua murid. Untuk lokasi lahan parkir guru dan tamu juga harus dimintakan ke orangtua murid.
Yang terjadi di SMAN 1 Pulau Laut Barat juga melakukan hal yang sama. Meski Kepala Sekolah menyatakan sudah ada kesepakan antara Komite Sekolah dan orangtua murid, juga melakukan permintaan sumbangan untuk pengadaan penambahan komputer untuk persiapan UNBK.
Dibalik sudah adanya kesepakatan itu masih ada sebagian juga orangtua yang mengeluhkan banyaknya sumbangan-sumbangan itu.
Pertanyaan besar timbul kemana arah dana BOS yang diterima sekarang ini ? Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Hampang, dana BOS sangat kurang, pihak sekolah pun mengajukan proposal bantuan untuk rehab ruang kelas.
Demikian SMAN 1 Pulau Laut Barat juga mengajukan proposal bantuan untuk penambahan komputer namun bantuan yang diterima tidak mencukupi.
Hal ini harus menjadi perhatian penuh pemerintah agar tidak membebani para orangtua murid. Dan sumbangan-sumbangan ini juga harus transparan.
Apakah tanggungjawab seperti ini harus dialihkan ke orangtua murid, sedangan sudah ada aturan dilarang memungut biaya apapun dari siswa apapun itu alasannya.
Pihak pengawas sekolah seharusnya segera melakukan pengecekan terhadap penggunaan sumbangan ini. Agar tidak terjadi penyalahgunaan sumbangan dari orangtua murid meski sudah ada kesepakan antara Komite Sekolah dan orangtua murid.
Cerdaskan bangsa dengan cara yang baik agar generasi yang akan datang menjadi generasi yang lebih baik. (dbg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.