[INFOKUS] Perlunya Menelisik Lapas Kotabaru, Ada Apa ?

Sulit memang untuk tidak percaya dan setengah percaya akan kehidupan para warga binaan di lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kotabaru, yang juga menampung para warga binaan yang berasal dari Kabupaten Tanah Bumbu.

Penghuni Lapas Kotabaru yang sudah melebihi kapasitas tampung, memang sudah sejak lama terjadi, dan hingga kini masih terus bertambah dikarenakan belum selesainya pembangunan Lapas di Tanah Bumbu.
Yang sangat mencengangkan adalah cerita para Mantan Warga Binaan yang sudah bebas dari Lapas. Banyak cerita dari mereka yang sulit untuk ditepis dan susah pula untuk dipercaya begitu saja.

Beberapa mantan Warga Binaan yang sudah bebas bercerita dari masalah banyaknya warga binaan yang terserang penyakit gatal-gatal didalam Lapas.

"Heran juga waktu masih didalam Lapas terkena penyakit gatal-gatal begitu bebas tak berapa lama penyakit tersebut pun hilang sendirinya. Dan yang tak habis pikir adalah obat yang diberikan oleh pihak Lapas, terkena gatal-gatal malah juga diberi obat batuk," ungkap seorang Mantan Warga Binaan yang sudah bebas beberapa waktu lalu.

"Penyakit gatal dan batuk sama saja obatnya yang itu-itu juga," tambah Warga Binaan lainnya yang sudah bebas.

Mantan Warga Binaan ini pun bercerita banyak seolah mengeluarkan semua unek-uneknya selama berada didalam Lapas Kotabaru. Ia bercerita masalah ponsel yang bisa dengan bebas masuk ke Lapas untuk digunakan oleh para penghuninya asalkan bisa menyogok oknum petugas disana. Memang sangat sering dilakukan razia terhadap keberadaan ponsel ini, namun ujung-ujungnya menurut Mantan Warga Binaan ini, ponsel yang jelek dan murah dimusnahkan sedangkan yang tergolong bagus dan harganya lumayan mahal; malah diperjualbelikan oleh oknum petugas disana.

Selain itu adanya praktik perjudian, permainan dadu yang dilakukan oleh oknum Warga Binaan didalam Lapas berinisial Btl. Biasanya praktik judi ini dilakukan bila setelah para warga binaan kedatangan tamu dan penjenguknya. Jual beli obat-obatan terlarang juga terjadi didalam Lapas yang pelakunya adalah oknum Warga Binaan. Bahkan Narkotika jenis Sabu saja bisa beredar didalam Lapas yang dilakukan oleh oknum Warga Binaan yang berinisial A, warga keturunan yang memang masuk karena kasus Narkotika, dan oknum warga binaan lainnya yang berinisial panggilan B.

"Kalau yang saya dengar selama didalam Lapas Kotabaru, oknum yang jualan Sabu ini membayar ke oknum petugas untuk bisa berjualan ke sesama warga binaan. Makanya tak sedikit warga binaan yang membohongi keluarganya di luar dengan berbagai alasan agar dikirimi uang supaya bisa ikut berjudi, beli obat dan sabu," ungkap Mantan Warga Binaan yang sudah kembalinya ke kampungnya di Tanah Bumbu.

Ia pun berharap secepatnya bangunan Lapas di Tanah Bumbu selesai agar para warga binaan yang berasal dari Tanah Bumbu tak terlalu jauh menjadi rusak karena kondisi di Lapas Kotabaru. (Red)
Lebih baru Lebih lama