Ribut terkait adanya 1 orang Calon Wakil Bupati Tanah Bumbu yang dikatakan Calon Impor, tudingan tak ada kader partai politik yang dianggap cerdas dan mumpuni untuk posisi sebagai Wakil Bupati Tanah Bumbu menggantikan H. Sudian Noor.
Di media sosial terutama Facebook para Netizen meributkannya. Sangat wajar memang bila para Netizen terutama warga Tanah Bumbu menginginkan Wakil Bupati nanti adalah juga dari Warga Tanah Bumbu, berdomisili di Tanah Bumbu dan sangat mengenal Tanah Bumbu dan karakter para warganya.
Terlepas dari itu semua adalah terdapat hal-hal yang tak tampak oleh mata yakni adanya kepentingan yang tidak saja semata kepentingan politik, tapi juga kepentingan lainnya terkait aspek sosial ekonomi yang akan dapat dirasakan dan dinikmati oleh para warga.
"Secara idealnya ya jelas kami menghendaki Wakil Bupati berasal dari kader pdip, namun kami juga harus tunduk kepada aturan partai," ungkap H. Supiansyah, ZA, SE, MH arau akrab dipanggil H. Upi, Ketua DPRD Tanah Bumbu dari PDIP yang merupakan kader senior ini.
Terkait masalah tersebut Ketua DPC PDIP Tanah Bumbu, Saipul Rahman memberikan komentarnya, sesuai dengan peraturan yang baru PP Nomor 12 tahun 2018 bahwa mekanisme penggantian Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah di tengah masa jabatan itu dilaksanakan oleh DPRD.
Masih menurut Saipul Rahman, Partai pengusung sebelumnya atau fraksi lain harus mengajukan 2 nama, dan itu sudah dilaksanakan mengingat fraksi lain tidak ada yang mengajukan nama atau calon.
"Tinggal para anggota DPRD Tanah Bumbu saja lagi yang menentukan karena hak suara ada pada mereka," ujar Saipul Rahman.
Nah, mereka sudah bicara aturan dan mekanisme yang memang harus dipatuhi, jadi tinggal para Anggota DPRD atau para Wakil Rakyat yang menggunakan nurani dan kecerdasannya untuk milih Wakil Bupati yang dapat memberikan kontribusi kepada warga dan daerah ini.
Ada sebanyak 35 Anggota DPRD di Tanah Bumbu yang mewakili setidaknya 350 ribu jiwa. Di tangan mereka lah nasib dan masa depan Tanah Bumbu ditentukan terutama pada perhelatan pemilihan Wakil Bupati.
Warga Tanah Bumbu yang menginginkan Wakil Bupati Tanah Bumbu berasal dari warga Tanah Bumbu sendiri; harus proaktif memberikan masukan dan dorongan agar memilih Calon yang adalah warga Tanah Bumbu dan kader Partai pengusung, yakni Yuyu Endah.
Bagaimana dengan 1 Calon yang dikatakan impor, Riyadi Kambu ?
Calon ini tak tepat dan tak benar dikatakan Calon Impor, karena kita bicara dalam koridor dan bingkai NKRI bukan kedaerahan yang sempit. Apalagi Riyadi Kambu berjanji dan berkomitmen akan berkerjasama dengan Bupati dan DPRD, serta akan mengupayakan ribuan Honorer dan Tenaga Kontrak untuk dapat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bukan kah ini hal ini bentuk kepeduliannya terhadap daerah (?)
Kami yakin para Anggota DPRD Tanah Bumbu dengan kecerdasannya akan menjatuhkan pilihan terbaiknya atas Wakil Bupati; pilihan yang memberikan kontribusi bagi warga dan daerah, bukan menjatuhkan pilihan yang berdasarkan sentimen kedaerahan namun tak menghasilkan kontribusi apapun selain seremonial.
Dan kalau dikatakan Calon impor, maka artikel ini kami tulis dengan menggunakan perangkat impor, karena memang kita masih sangat menyukai produk yang berbaui impor, silakan cek perangkat yang anda gunakan untuk mengakses artikel ini, dan aplikasi medsos yang anda gunakan. (Red)
