Pembuat Atap Rumbia, Kreativitas Tiada Henti


Nyaris setiap hari para warga ini pergi mencari daun rumbia (jenis pohon palma) untuk dijadikan atap bangunan, dijual ke para pembeli

Sebut saja Salmiah, warga Jl. Borneo Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu ini, wanita yang sudah cukup berumur ini bersama anak perempuan dan cucu perempuannya, mencari daun rumbia yang banyak tumbuh di kawasan Tanah Merah Kecamatan Batulicin.
"Setiap hari kecuali hari Jumat, karena hari ini kami gunakan untuk membuat atap," ujar Salmiah

Dengan masing-masing membawa sebilah parang berikut bekal makanan, mereka ini masuk ke dalam rerimbunan pohon rumbia yang tumbuh di kawasan rawa di tepi anak sungai Batulicin yang masih banyak dihuni hewan reptil seperti ular, biawak bahkan buaya

"Takut sebenarnya dengan semua jenis hewan reptil itu, tapi waktu sedang mengambil daun rumbia semua perasaan takut itu kami hilangkan," ungkap Salmiah saat ditanya apakah takut terhadap semua jenis reptil berbahaya itu

Atap daun rumbia ini menurut Salmiah pula, dijual seharga Rp 90 ribu per 100 lembarnya, para pembelinya antara lain warga yang membuat tempat tinggal non permanen, bangunan untuk sarang burung walet, ada juga untuk bangunan tempat membuat batu bata

"Sudah lebih 20 tahunan kami berkerja membuat atap ini dari masih seharga Rp 5 ribu per 100 lembarnya hingga kini berharga puluhan ribu. Kalau cuma beli per lembar biasanya atap rumbia kami jual seharga Rp 1 ribu," tambah Salmiah.

Ditambahkannya, para peminat atap rumbia ini masih lumayan banyak meski adakalanya pula sepi pembeli. (Red)

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara