Dalam 3 bulanan terakhir pemandangan buah-buahan lokal yang dijajakan baik di tepi jalan maupun yang dibawa dan dijajakan mobil pick up, jadi pemandangan umum di Tanah Bumbu terutama di Simpang Empat. Puluhan para penjual menggelar jualan mereka berbagai jenis buah lokal yang hanya muncul di kala musimnya.
Buah lokal yang dijajakan antara lain durian, pampakin, lahung, rambutan, cempedak atau tiwadak, kapul, manggis, langsat (duku), binjai dan ramania.
Menurut Iyan, seorang penjual buah di kawasan seputar Pasar Minggu Kecamatan Simpang Empat, buah lokal tersebut berasal dari Tanjung Batu Kelumpang Tengah Kotabaru seperti durian, ada pula yang berasal dari Salino dan Sungai Pasir daratan Pulau Laut Kotabaru.
Sementara itu cempedak berasal dari Ampah Kalteng. Sedangkan langsat berasal dari daratan Pulau Laut Kotabaru.
Harga buah pun bervariasi tergantung besar dan kecilnya. Cempedak dan langsat dijual dengan satuan per kilogram, sementara durian, pampakin, lahung dan lainnya ada yang dijual per biji dan per ikat.
Langsat ditawarkan seharga dari Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram, cempedak dijual seharga Rp 3 ribu per kilogramnya, durian dihargai Rp 50 ribu per ikat, dan ada juga yang dijual per biji seharga Rp 10 ribu, tapi harga ini tetap mengacu kepada ukuran. (Red)
