Meski pemerintah terus berupaya mengalihkan penggunaan minyak tanah untuk keperluan rumah tangga ke gas cair (LPG), ternyata masih banyak para ibu rumah tangga yang masih menggunakan minyak tanah meski non subsidi.
Beberapa alasan mereka masih menggunakan minyak tanah antara lain dikarenakan sudah nyaman menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah, disamping juga takut menggunakan gas sebab terobsesi bisa meledak, dan masih sulit didapat bila saatnya diperlukan.
Di kawasan Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu, harga minyak tanah eceran seharga Rp 16 ribu per liternya; atau 2 kali lipat dari harga Bensin (premium) yang dijual seharga Rp 8 ribu per liter di eceran.
"Harga beli dari penjual saja sudah Rp 14.5 ribu per liter, makanya saya jual Rp 16 ribu per liter," ungkap seorang penjual di Pusat Niaga Bersujud atau Pasar Minggu.
Untuk diketahui harga minyak tanah non subsidi yang ditetapkan oleh Pertamina untuk wilayah Propinsi Kalsel adalah Rp 12.980 per liternya. (Red)
