Judi Togel (Toto Gelap) atau di Kotabaru lebih dikenal dengan "Buntut" ternyata masih ada.
Realita ini terlihat di sudut-sudut warung di Pasar Kemakmuran. Judi Togel yang berbasis di Sidney Australia dan Singapore ini menjadi acuan para buruh pasar, tukang ojek, abang becak bahkan ibu-ibu rumah tangga.
Nomer togel yang keluar hingga 3 kali sehari seperti resep dokter untuk pasien minum obat; sore, malam dan tengah malam ini membuai mimpi bagi para peminatnya.
Judi yang cukup rapi dimainkan karena cukup hanya lewat perangkat pinsel ini menjanjikan para pemimpi dapat uang instan berlipat ganda hanya bermodalkan pena dan kertas serta nomer yang sudah keluar. Harga 1 lembar kupon dengan tebakan 2 angka jika tebakan tepat seharga seribu rupiah akan mendapatkan Rp 60 ribu, untuk 3 angka bila tepat Rp 1 ribu akan mendapatkan Rp 350 ribu, dan untuk 4 angka tepat berhadiah Rp 3 juta. Inilah impian 1 berbanding 100, 1.000 dan 10.000 kemungkinan.
Fenomena yang cukup faktual kita lihat di masyarakat ekonomi kelas bawah di Kotabaru bermimpi dapat duit secara instan, berkhayal kaya dengan sedikit modal mengutak atik angka layaknya ahli matematika. (dbg)
Tags
Sosial
