Air bersih merupakan kebutuhan primer bagi segala makhluk hidup tak terkecuali manusia, masyarakat. Di saat kemarau seperti ini banyak masyarakat yang mengeluh karena harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air bersih.
Krisis air bersih di daratan Pulau Laut Kotabaru bukan hanya terjadi pada tahun ini. Namun sudah terjadi sejak dulu. Pembangunan embung atau waduk masih belum mampu menanggulangi krisis air bersih saat memasuki musim kemarau.
Namun di beberapa tempat air masih berlimpah, mengalir dari pipa hasil swadaya masyarakat. Pemerintah sudah seharusnya membuat kajian agar krisis air bersih seperti saat ini bisa ditanggulangi tanpa harus menjadi beban bagi masyarakat.
Masih ada beberapa titik sumber mata air yang bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat.
Masih ada beberapa titik sumber mata air yang bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat.
Pembagian air bersih dengan menggunakan mobil tanki memang sedikit membantu namun bukan merupakan solusi yang tepat untuk jangka panjang. Masyarakat tidak mengeluh dengan kenaikan tarif asal pelayanan air bersih bisa maksimal.
Kering kerontangnya embung membuktikan sumber mata air yang sudah tak mampu mengisi embung. Kita hanya bisa berharap hujan turun agar embung bisa terisi kembali. Bila hujan tidak ada turun maka biaya hidup akan membengkak di tengah kondisi yang serba sulit.
Sudah saatnya pemerintah daerah dan operator bisa mengkaji lagi pembangunan embung yang berada di sumber mata air. Mungkin biaya yang akan dikeluarkan besar namun bisa untuk menanggulangi krisis air bersih di daerah ini di saat kemarau seperti ini. (dbg)
Tags
infokus

