Banyaknya kios yang tutup di Komplek Pusat Niaga Bersujud atau Pasar Minggu sehingga menyebabkan pusat perniagaan ini sepi adalah; dikarenakan banyaknya pengguna kios yang menunggak retribusi.
"Diantaranya ada yang menunggak retribusi selama bertahun-tahun, padahal banyak warga yang ingin menggunakan kios-kios tutup itu untuk berjualan, namun kita tak mungkin membebankan tunggakan retribusi kepada para pedagang yang baru," ungkap seorang petugas di Dinas Perdagangan dan Industri Tanah Bumbu saat mendampingi Kepala Dinasnya, Deddy Haryanto melakukan peninjauan ke Pasar Minggu, Selasa (23/10/18).
Ditambahkan oleh petugas itu, setiap bulannya rata-rata ada sebanyak 5 pengajuan dari warga untuk dapat mempergunakan kios-kios yang tutup itu, namun pihaknya belum bisa mengabulkan dikarenakan harus menuntaskan tunggakan retribusi.
Adapun Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Tanah Bumbu, Denny Haryanto mengungkapkan pihaknya tetap mencari jalan keluar agar semua kios dapat terisi, dan fasilitas di Pusat Niaga Bersujud dapat ditingkatkan.
Ironis memang sebagai pusat perniagaan Pasar Minggu justru sepi dibandingkan pasar lainnya seperti Pasar Harian yang dikelola oleh swasta. Pasar Minggu ramai dikunjungi hanya pada Sabtu Sore dan hari Minggu. (Red)
Tags
Ekonomi

